Sabtu, 25 Oktober 2014

Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam 03



Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam
(Bagian 3)

Para praktisi yang telah lanjut usia sudah seharusnya mempertimbangkan baik-baik tentang hal yang berkaitan dengan kelahiran dan kematian! Waktu berlalu dengan sangat cepat, mungkin saja dalam beberapa tahun lagi ketidakkekalan akan tiba. Hingga hari kematian tiba juga tidak tahu ke mana harus menuju? Sudah sepatutnya merenungkan hal ini.

Andaikata dalam keseharian tidak menyandarkan diri pada Buddha Amitabha, tidak latihan, begitu ketidakkekalan tiba maka tiada yang bisa diandalkan, maka harus berputar di roda samsara lagi. Andaikata karma buruk bergejolak maka jatuh ke tiga alam penderitaan, selama berkalpa-kalpa lamanya menjalani siksaan di alam penderitaan! Perhatikan saja di kota tempat hunian sendiri, dalam sehari semalam berapa banyak orang yang telah meninggal dunia, jangankan mengatakan terlahir ke Alam Sukhavati, bahkan terlahir ke alam surga saja, dari ratusan bahkan ribuan orang, satupun tidak ada yang berhasil.

Lagi pula andaikata seorang praktisi tidak sudi membangkitkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati, maka berapa banyak orang yang dapat terlepas dari roda samsara? Apakah kini anda telah memiliki keyakinan dan kepastian? Mempersiapkan diri bagaimana supaya bisa berhasil saat menghadapi ajal? Sebagian besar waktu dalam kehidupan manusia telah berlalu, sudah sepatutnya mengkalkulasi hutang piutang. Dalam satu kehidupan ini, berapa kemajuan batin yang diperoleh, berapa kekotoran batin (klesa) yang telah berkurang, berapa pula rintangan karma yang telah berkurang.

Dengan menggunakan standar per lima tahun, membandingkan waktu sekarang dengan lima tahun yang lalu, seberapa kemajuan batin yang telah dicapai? Selanjutnya mungkin hanya tersisa satu putaran atau dua putaran lima tahun lagi, tenaga dan semangat akan semakin berkurang dan melemah, kesengsaraan seorang lansia juga semakin lama semakin banyak dan berat. Andaikata tidak menggenggam erat waktu sekarang ini, mengerahkan segenap kemampuan untuk menimbun bekal buat terlahir ke Alam Sukhavati, maka kesilapan ini akan menjadi penyesalan terbesar.

Pikirkan baik-baik, sampai detik terakhir menjelang ajal, apakah diri sendiri memiliki kondisi batin bebas dan leluasa saat menghadapi kematian. Pikirkan lagi, andaikata sekarang menderita sakit kritis, dapatkah pikiran tidak jadi goyah? Saat didera penyakit, pikiran akan jadi tak terkendali, panik, kebingungan, apalagi saat menghadapi kematian? Saat menjelang ajal, empat unsur berpisah, ibarat kerbau yang dikuliti hidup-hidup, andaikata bukan praktisi senior, mana mungkin bisa begitu bebas dan leluasa melewatinya?

Pikirkan lagi, sepanjang hidup ini apakah dapat menjamin diri sendiri hanya melakukan karma baik dan tidak memiliki karma buruk? Lihat saja dalam keseharian, apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan, berapa banyak karma yang telah diperbuat, andaikata saat menjelang ajal, karma buruk bergejolak, maka akan ditarik ke tiga alam penderitaan. Begitu terjerumus maka berkalpa-kalpa sulit untuk terbebaskan. Saat jatuh ke alam penderitaan menjalani siksaan maka akan mengundang timbulnya kebencian, karma lama masih belum dilunasi hingga tuntas, maka karma buruk baru sudah bertambah, sehingga terus berputar-putar tanpa ujung, betapa mengerikannya!

Di dalam sutra Buddha ada dikisahkan tentang para makhluk yang jatuh ke alam binatang menjadi semut, hingga tujuh Buddha telah muncul berturut-turut di dunia, namun mereka masih juga terlahir kembali menjadi semut; masih ada lagi kisah lainnya yakni makhluk yang jatuh ke alam binatang menjadi burung merpati, sudah 80 ribu kalpa lamanya juga masih belum terbebas. Begitu terbayang akan hal ini, bulu kuduk juga jadi merinding, bagaimana kita tidak merasa panik dan mendesak!


Petikan dari Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi : 94
Tanggal : 18 Oktober 2014
Bertempat di : Pure Land Learning College Association, Inc., Australia



日暮途遠
(三)

我們老年同修們,該好好考慮自己的生死大事!時間過得很快,說不定這幾年就有無常到來。到了死時有沒有下落?是該好好想一想。如果平常沒有靠定阿彌陀佛,沒有訓練,死的時候一無主張,這樣還是要再輪迴。如果惡業發動,墮了三惡趣,那更是千萬劫在惡道受苦!看看自己所在的城市,這一天一夜裡死掉多少人,不要說生西方,就連生天,百千人當中沒有一個。再說修行人裡不求生西方的話,又有多少人了生脫死?現在你已經有把握了嗎?準備在臨終怎麼來通過?人生大部分的時間已經空過了,是該好好算一筆帳了。在這一生,修行有多大的進步,煩惱減了多少,業障又消了多少。以五年來計算,以前的五年有多少進步,往後就只剩下一個五年或者兩個五年,而且精力愈來愈衰弱,老年的苦會愈來愈多、愈來愈重。如果不抓緊這段時間,盡全力積好往生資糧,這一錯恐怕就成千錯萬錯。好好想想,到臨死的一刻,自己有沒有生死自在的境界。再想想,現在生一場大病,能不能心裡不亂?生大病時,心裡都做不了主,慌亂、迷惑,何況死亡?臨終四大分解,就好像活牛剝皮,不是大修行人,哪裡能輕鬆度過?再想一想,這一生敢保證只有善業,沒有惡業嗎?就看平日裡,心裡想的、口裡說的、身上做的,造了多少業,臨終如果惡業發動,就會把心拉向三惡趣。這一投下去,那是千生萬劫也難以解脫。墮在惡趣受苦報時還會引惡心,舊的業沒有報完,又加上新的業,這樣就是無窮無盡的輪轉,怎麼得了!經上講,「七佛以來,猶是蟻子;八萬劫來,未脫鴿身。」就是墮落成螞蟻之後,一直到七尊佛出世以來,都一直是螞蟻;還有投了鴿子的身體,八萬劫都超脫不了。一想到這些,身上汗毛都會豎起來,怎麼還不著急!

無量壽經科註第四回學習班  (第九十四集) 

2014/10/18  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0094

Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam 02



Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam
Bagian 2

Beberapa hari yang lalu ada seorang umat wanita yang memberitahukan padaku, pada jaman dahulu kala wanita paruh baya yang telah mencapai usia 45 tahun akan menjahit pakaian pemakamannya, mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara pemakamannya, sementara umat wanita itu sendiri sudah mendekati usia 45 tahun, maka itu dia bersiap-siap untuk membuat pakaian pemakamannya.

Masyarakat selalu menganggap hal ini sebagai sebuah hal yang tabu, namun bagi seorang praktisi hal ini malah merupakan sebuah cara yang bagus, mengingatkan diri sendiri akan ketidakkekalan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, kematian merupakan masalah terbesar dalam kehidupan manusia. Di dalam “Kisah para praktisi yang terlahir ke Alam Sukhavati”, terdapat seorang yang bernama Wu Bing-xin, dia sengaja membuat sebuah peti mati, setiap malam dia tidur di dalam peti mati tersebut, dengan cara ini mengingatkan diri sendiri untuk senantiasa membuat perenungan tentang kematian.

Pada masa Dinasti Song Selatan, saat Kaisar Gao-zong memerintah, Wu Bing-xin diangkat menjadi pejabat istana, oleh karena berbeda pendapat dengan Qin Hui, lalu diturunkan menjadi rakyat biasa, maka dia pulang ke kampung halamannya, dia membangun sebuah gubuk kecil, siang malam melatih diri, meminta seorang tukang membuatkan sebuah peti mati, malam harinya dia tidur di dalam peti mati.

Setiap tiba fajar menyingsing dia berpesan pada pembantu ciliknya untuk mengetuk peti mati sambil bernyanyi : “Wu Bing-xin, lekaslah pulang, Trailokya tidak aman tidak boleh ditempati, Tanah Suci Penjuru Barat ada singgasana Teratai, lekaslah pulang!”  Wu Bing-xin begitu mendengar nyanyian ini segera bangun dan melatih diri.
(catatan : Trailokya adalah Kamaloka, Rupaloka dan Arupaloka)

Setelah melewati sebuah jangka waktu yang sangat panjang, Qin Hui meninggal dunia, maka itu dia diundang ke istana kekaisaran dan diangkat menjadi asisten menteri. Tidak berapa lama kemudian dia menjabat menjadi Hakim di Changzhou.  Lalu diutus kembali ke istana, di tengah perjalanan dia singgah dan menginap di Xiaoshan, lalu dia beristirahat, sejenak kemudian dia memanggil anggota keluarganya untuk mendengar dengan seksama, terdengar sebuah alunan irama surgawi.

Wu Bing-xin berkata : “Jiwa sejati yang awalnya memang suci dan jernih, karena kehilangan arah sehingga datang ke dunia ini,  singgasana teratai emas kini telah tiba, saya juga harus pergi!”, setelah menyelesaikan ucapannya, dia meninggal dunia dengan damai.


Petikan dari Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi : 94
Tanggal : 18 Oktober 2014
Bertempat di : Pure Land Learning College Association, Inc., Australia



日暮途遠
(二)
             
前些天有位女居士告訴我,古代的婦女到了四十五歲就要做壽衣,準備後事,她說她快四十五歲了,也準備做一套壽衣。世間人會覺得不吉祥,但這對修行人是很好的方式,提醒自己無常迅速,生死事大。《淨土聖賢錄》有這麼一個人,吳秉信,他特地做了一個棺木,每天晚上睡在棺木中,以這種方式提醒自己時時作臨終想。南宋高宗紹興年間,吳秉信在朝廷任官,因為與秦檜意見相違,被貶斥為平民,於是回到故鄉,在州城的南邊建築一間小屋,日夜寂然的靜坐修行。叫人做一個棺木,夜裡則在棺木中睡覺。每到天亮時,就叫童子敲叩棺木並唱曰:「吳信叟,歸去來,三界無安不可住,西方淨土有蓮胎,歸去來!」吳秉信一聽到童子唱歌,即起來習禪課誦。經過很長一段時間後,秦檜死去,因此又被朝廷召為禮部侍郎,不久後又出任常州的知府。紹興二十六年,被召回京城,經過蕭山驛站的旅舍時,吳秉信靜坐休息,才過一會兒,即叫他的家人仔細靜聽,大家都聽到天樂之聲。吳秉信即說:「在清淨法界的本性中,因為失念而來到此世間,金台既然已經到了,我也該走了!」說完之後,即安然往生。

無量壽經科註第四回學習班  (第九十四集) 

2014/10/18  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0094

Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam 01



Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam
Bagian 1

Murid :
Yang terhormat guru dan para kalyanamitra yang bermaitri karuna, Amituofo! Dengan segala kerendahan hati murid, Zi-liao, ingin menyampaikan laporan yang berjudul “Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam”. Orang jaman dahulu kala memiliki kata pepatah, “Perjalanan Jauh Kala Mentari Terbenam”. Pada jaman dulu belum ada kereta, saat berpergian harus berjalan kaki, untuk menuju ke suatu tempat harus menempuh perjalanan yang jauh, setelah berjalan seharian penuh, menatap mentari yang perlahan mulai terbenam, langit perlahan juga mulai menjadi gelap, sementara tempat yang hendak dituju masih begitu jauh, betapa hati semakin panik dan terdesak.

Master Yin Guang selalu menggunakan pepatah ini untuk mengumpamakan orang yang berusia lanjut, waktunya semakin berkurang, sementara dirinya sendiri masih belum memiliki keyakinan yang pasti dapat terlahir ke Alam Sukhavati. Master Yin Guang memiliki ceramah yang ditujukan kepada Upasaka (Upasika) Zhou, sesungguhnya secara umum adalah diperuntukkan bagi kita semuanya. Meskipun ceramah ini ditujukan untuk orang berusia lanjut, namun juga cocok bagi kawula muda, karena “Di jalan kematian tiada perbedaan usia tua dan muda, betapa banyak kuburan yang ditempati oleh kawula muda”, ketidakkekalan dapat datang setiap saat, tidak ada satupun insan usia muda yang dapat menjamin dirinya dapat hidup hingga tua. Kita semuanya juga sedang menempuh perjalanan jauh kala mentari terbenam, waktu sudah tidak banyak lagi, namun masih belum mempersiapkan urusan terbesar yakni urusan kelahiran dan kematian.

Berikutnya marilah kita menyimak ceramah Master Yin Guang : “Anda telah berusia lebih dari 70 tahun, tidak lama lagi akan menghadapi kematian. Kini seharusnya membereskan segala urusan. Di dalam hati selain melafal Amituofo, jangan lagi mengkhawatirkan hal lainnya, hingga saat menjelang ajal, barulah takkan ada yang dirisaukan dan menjadi halangan. Andaikata saat sekarang masih melekat pada segala sesuatu, tidak sanggup mengikhlaskan, sehingga saat menjelang ajal, hati yang merindukan barang-barang kesayangan seperti perhiasan, rumah, anak cucu, akan muncul keluar, bagaimana dapat terlahir ke Alam Sukhavati?  Andaikata tidak dapat terlahir ke Alam Sukhavati maka sepanjang hidup anda begitu tekun melafal Amituofo dan hal-hal bermanfaat yang telah anda perbuat, seluruhnya akan menjadi pahala.

Kini anda masih belum memiliki kebijaksanaan, meskipun senantiasa tekun melafal Amituofo, namun di dalam hati masih belum memiliki keyakinan pasti terlahir ke Alam Sukhavati. Sampai pada masa kelahiran mendatang, saat menikmati berkah pasti akan jadi terlena dan lupa diri, menciptakan berbagai karma buruk, sehingga jatuh ke neraka, alam setan kelaparan dan alam binatang untuk menjalani siksaan. Semua penderitaan besar ini berasal dari pada masa kehidupan sekarang ini melafal Amituofo tetapi tidak memiliki keyakinan yang pasti untuk dapat terlahir ke Alam Sukhavati.

Karena merasa prihatin pada dirimu, takutnya dirimu pada saat mendatang atau pada situasi serupa ini, maka itu sengaja mencari jalan keluar buat dirimu. Andaikata anda bersedia menuruti perkataanku, maka takkan karena berkah maka memperoleh petaka. Meskipun kini masih sehat dan kuat, sepatutnya membuat perenungan seolah-olah sudah akan meninggal dunia.`
  
Baik pakaian yang dikenakan sekarang atau yang disimpan untuk dipakai kelak. Yang terbuat dari bahan sutera maupun kulit, pakaian-pakaian berharga ini dibagikan secara merata kepada cucu, menantu dan sebagainya. Perhiasan, gelang tangan, anting-anting, emas dan perak, jade dan sebagainya, seluruhnya digunakan untuk membantu korban bencana, dengan jasa kebajikan ini dilimpahkan bertekad lahir ke Alam Sukhavati. Andaikata hati kurang lapang, tidak merelakan harta benda digunakan untuk membantu korban bencana, dan harus dibagikan kepada putri, cucu, menantu dan sebagainya. Sementara di samping diri sendiri tidak boleh menyisakan barang-barang yang dapat menimbulkan kemelekatan ini.

Segala jenis tabungan yang ditujukan untuk berjaga-jaga di hari tua, juga perlu diserahkan kepada anak cucu. Sementara ladang dan kontrak perjanjian lainnya juga perlu dijelaskan secara terperinci. Di hatimu selain melafal Amituofo, jangan sampai ada sebersit niat pikiran lainnya. Hingga tubuh jasmani anda sendiri, juga harus berpesan bagaimana cara pemakamannya. Bahkan anak, cucu, cicit dan sebagainya, haruslah dianggap sebagai orang asing yang tidak dikenal, tak perlu peduli dengan segala yang berkaitan dengan diri mereka. Hanya peduli pada lafalan Amituofo diri sendiri, segenap hati memohon Buddha Amitabha datang menjemput diriku terlahir ke Alam Sukhavati.

Andaikata anda dapat melakukannya sesuai dengan apa yang kukatakan, melepaskan segala urusan, saat menjelang ajal, akan memperoleh penjemputan dari Buddha, terlahir ke Alam Sukhavati. Andaikata masih mendambakan segala sesuatu dan harta kekayaan, lahan tanah, rumah, perhiasan, pakaian, serta anak, cucu, cicit dan sebagainya, maka takkan bisa terlahir ke Alam Sukhavati. Andaikata tidak berhasil terlahir ke Alam Sukhavati maka saat kelahiran mendatang akan menikmati berkah pandir. Oleh karena menikmati berkah maka menciptakan karma buruk, begitu ajal berakhir segera jatuh ke tiga alam penderitaan. Karena ditutupi oleh rintangan karma buruk, vijnana (kesadaran) nya tidak jelas, meskipun ada Buddha Hidup datang menyelamatkan dirimu, juga takkan tertolong, bukankah ini sungguh memprihatinkan. Semoga anda mempercayai apa yang kukatakan, sesungguhnya ini merupakan keberuntungan yang paling besar”.

Petikan dari Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi : 94
Tanggal : 18 Oktober 2014
Bertempat di : Pure Land Learning College Association, Inc., Australia



日暮途遠
(一)

 學生:尊者師父上人慈悲,諸位善知識慈悲,阿彌陀佛!不肖弟子自了冒昧報告的題目是「日暮途遠」。古人有個成語,日暮途遠。古時候沒有車,出門都靠步行,要去一個地方,走了一天,眼看太陽下山,天色已晚,而離目的地還很遠,心裡著急。印光大師常常引用這個成語,比喻老年人時日無多,而往生還沒把握。印光大師對老年人有一篇專題開示,「示周余志蓮女居士法語」。這篇法語表面是給周老居士的開示,實際上普遍適合我們每一個人。雖然是對老年人的開示,但同樣適合年輕人,因為「黃泉路上無老少,孤墳多是少年人」,無常說來就來,沒有哪一位年輕人有把握保證自己一定能夠活到老。我們每一個人都是日暮途遠,時間不多了,但是生死大事沒有辦妥。

下面一起聽聽印祖開示的原文:「汝已七十多歲,不久就要死了。現在就要把一切事,通安頓好。心裡頭除過念佛外,別無一件事掛牽,則臨終時,方可無罣無礙。若現在還是樣樣放不下、看不開,則臨命終時,所有貪戀衣服、首飾、房屋、子孫之心通通現前,如何能夠往生西方?既不能生西方,則汝一生守節念佛,及所作種種有益之事,完全成了福報。汝現在尚無智慧,雖常精勤念佛,心中尚不決定求生西方。到了來生享福的時候,決定被福所迷,便要造諸惡業,既造惡業,必定就要墮於地獄、餓鬼、畜生中受苦了。此種大苦,皆是現世念佛,不知決定求生西方之所感召的。光憐憫汝,恐汝後來或成此種景況,故預為汝設法。汝若肯依我所說,就不會因福得禍。現在雖很強健,就要做就要死了想。凡現在要穿的衣服,留到穿。凡綢緞、皮襖等貴重衣服,均分與孫媳等。首飾、臂釧、耳墜及金銀、翡翠等,通通救濟災民,以此功德,迴向往生。若心中見識小,捨不得賑災,亦須分與女兒、孫媳、孫女等。自己身邊,決不可留此種令人起貪戀的東西。所有存款,為防養老者,亦須交與孫子。即田地契誌等,亦須交代的乾乾淨淨。汝心裡除念佛外,不使有一點別的念頭。連汝這個身子,也不預計死後作只麼樣安頓。連孫子、重孫等,都要當作素不相識之人,不管他們長長短短。只管念我的佛,一心盼著佛來接引我往生西方。汝能照我所說的做,一切事通通放下,到了臨命終時,自然感佛親垂接引,往生西方。若是仍舊貪戀一切好東西,及銀錢、地畝、房屋、首飾、衣服,及女兒、孫、曾等,則萬萬也不會生西方了。西方既不生,則下世決有痴福可享。因享福而造業,定規一氣不來,墮落三途。由惡業障蔽故,心識不明,縱有活佛來救汝,也救不得了,豈不可憐可憫乎哉。願汝信我所說,則實為莫大之幸」。

無量壽經科註第四回學習班  (第九十四集) 

2014/10/18  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0094