Jumat, 03 Juni 2016

Merenungkan Ketidakkekalan 05



Senantiasa Merenungkan Ketidakkekalan
(Bagian 5)

5. Saat Bepergian
Saat bepergian juga harus memberi peringatan bagi diri sendiri, tak peduli bertemu dengan kondisi menyenangkan juga harus merenungkan ketidakkekalan, senantiasa membangkitkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Saat bepergian harus membangkitkan keteguhan hati yang sedemikian : Saya harus keluar dari roda samsara, sejak sekarang dan selanjutnya, takkan membuat mimpi tumimbal lahir lagi. Saya sudah berkali-kali menjalani siklus lahir dan mati hingga tak terhitung lagi, sungguh memprihatinkan! Pada waktu sebelumnya, saya sungguh tidak punya kemauan keras, sehingga tidak punya kemajuan batin, barulah berputar terus sampai sekarang. 

Kini saya harus giat menimbun bekal terlahir ke Alam Sukhavati, sehingga kelahiran kali ini menjadi yang terakhir kalinya, Alam Manusia ini merupakan perjalananku untuk yang terakhir kalinya. Mesti berpikir demikian.

Kini saya seorang diri terapung-apung di atas lautan samsara, tidak menemukan ada kegembiraan di dalamnya, semuanya adalah derita. Kehidupan begini hanya akan membuat orang merasa kecewa dan terluka hatinya.

Maka itu harus segera pulang ke Alam Sukhavati, di sana barulah merupakan kampung halamanku yang sesungguhnya. Di sana ada ayahandaku yang penuh maitri yakni Buddha Amitabha, Bodhisattva yang tak terhingga dan tanpa batas, pulang ke Alam Sukhavati barulah merupakan reuni keluarga, saat itu barulah takkan terpisahkan lagi dengan para Buddha di sepuluh penjuru.

Setelah berpikir demikian, harus mengingatkan diri sendiri, meskipun sekarang saya sedang hanyut terbawa arus samsara, tersesat dalam mimpi, tapi saya harus keluar dari sini. Maka itu jangan sampai terpikat dan dikelabui oleh panorama semu di alam saha ini, jangan melupakan jalan pulang ke kampung halaman Alam Sukhavati.

Juga terpikir bahwa sekarang di alam saha ini, dimana-mana adalah kondisi yang membuat hati jadi kacau, maka itu saya harus menjaga sebutir hatiku ini untuk berdiam dalam pelafalan Amituofo.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 220
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 21 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0220


時時憶念死亡無常
()

(五)出門警策
出門的時候也要警策自己,無論遇到怎樣的順逆境界就要作無常想、作苦想,再再的發起希求往生之心。

日觀大師在《懷安養》中說:「如今不做輪迴夢,只走人間這一遭。」這就是告訴我們,出門的時候要想,不斷的下這樣的決心:我今生一定要從輪迴中出去,從今往後,再不做輪迴大夢了。我已經輪轉無數次了,太冤枉!我過去是太沒志氣、太沒出息,才一直輪轉到現在。現在我一定要精進修集往生的資糧,讓此身成為我的最後身,在人間就只走這最後一回了。一定要這樣想。

《西齋淨土詩》中也說到:「客路竛竮無一好,人生惆悵不多時。」意思是說,如今我孤獨一人漂泊在這輪迴當中,找不到一件好事,樣樣難、樣樣苦。這樣的人生只會讓人感到失望、傷感。所以我要早日回到極樂世界,那才是我真正的家鄉。那裡有我的慈父阿彌陀佛、有無量無邊的菩薩大眾,回到極樂世界才是真正的實現法界大團圓。因為在消盡輪迴迷夢般的客塵後,就會回歸到本來法界之中,那時與十方諸佛同心同德,再不會有一剎那的分離。

這樣想了之後,就要提醒自己,雖然我現在寄居在輪迴裡面,還沉溺在迷夢當中,但是我一定要從這裡出去。所以無論如何都不要被輪迴暫時的幻境欺騙,不要忘記自己回歸極樂故鄉的路。又想到如今在這世間當中,到處都是散亂的因緣,所以我一定要防護自己的心,安住在念佛的正念當中。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二二O集)  2016/5/21  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0220

Merenungkan Ketidakkekalan 04



Senantiasa Merenungkan Ketidakkekalan
(Bagian 4)

4. Saat Makan
Setiap tiba waktu makan, merenungkan : Betapa leluasanya kalau bisa terlahir ke Alam Sukhavati, dengan pemberkatan kekuatan tekad Buddha Amitabha, segala keperluan dengan sendirinya bisa terwujud sesuai dengan keinginan.

Ketika timbul keinginan untuk makan, perlengkapan makan yang terbuat dari tujuh mustika akan muncul dengan sendirinya di hadapan kita. Menu makanan dan minuman istimewa yang tak terhingga terpenuhi dengan sendirinya. Semuanya terwujud sesuai dengan keinginan hati, tidak perlu bersusah payah cari nafkah.

Juga tidak perlu capek-capek mengunyah dan menelan, hanya dengan melihat dan mencium aromanya, maka dalam pikiran telah selesai menyantapnya, dengan sendirinya merasa kenyang dan puas.  

Ketika keinginan makan timbul lagi maka pemandangan serupa juga akan muncul kembali. Maka itu dikatakan bahwa Buddha Amitabha begitu bermaitri karuna, setelah menjemput kita ke Alam Sukhavati, kita dapat sepenuhnya fokus dalam pelatihan diri dan tidak perlu sibuk bekerja lagi.

Lalu renungkan lagi bahwa di dunia ini demi membuat satu hidangan, dibutuhkan waktu dan tenaga untuk membeli bahan, mencuci, ditambah lagi banyak kesibukan, berapa banyak waktu yang telah terpakai?

Meskipun kita bervegetarian, kadang kala juga bisa mencelakai makhluk hidup, apalagi bagi yang tidak bervegetarian maka menciptakan lebih banyak karma pembunuhan. Kemudian makanan selezat apapun yang sudah masuk ke mulut, melalui proses pencernaan, hasilnya juga adalah sama, yang paling dibenci oleh manusia yakni kotoran dan air seni.

Manusia bertumimbal lahir tak lain adalah demi makanan dan urusan pria wanita, cuma demi dua hal ini telah membuat manusia sibuk tak menentu, sepanjang hidup segala daya upaya dituangkan pada kedua hal ini.

Terpikir sampai di sini, maka akan merasa kehidupan di alam saha sungguh tak bermakna, saya harus segera terlahir ke Alam Sukhavati, bila sampai pada kelahiran berikutnya, masih jatuh lagi ke alam saha, maka akan terpengaruh lagi oleh karma kolektif dunia ini. Saat itu kembali melewati kehidupan yang tanpa makna, ibarat kembali ke penjara dunia, kembali menjalani hukuman selama berpuluh-puluh tahun.

Bayangkan, begitu anda bertumimbal lahir, maka apa yang anda pelajari selama berpuluh-puluh tahun, semuanya akan terlupakan, harus belajar lagi dari awal. Sejak bayi sudah harus sekolah sampai belasan tahun lamanya, akhirnya memperoleh hasil mata rabun jauh, jiwa raga sudah kelelahan dan menua.

Setelah menamatkan pendidikan sudah berusia 20 tahun sekian, harus mulai berkarir. Melihat perkembangan dunia, persaingan yang terjadi akan kian menggila, tekanan hidup yang harus dihadapi juga kian hari kian berat. Siang malam melebur dalam kesibukan, begitu punya kesempatan istirahat, kelelahannya sudah sampai pada batas maksimal.

Namun oleh karena hatinya diliputi kekacauan, harusnya rileks, menyeimbangkan jiwa dan raga, tapi malah menggunakan nyanyian dan tari-tarian, internet, merokok, minum arak, mengira dengan cara begini bisa menghibur diri, padahal sama sekali tidak memperoleh istirahat.

Kemudian sampai pada usia menikah, setelah menikah tekanan semakin besar. Pekerjaan yang begitu mendesak, beban rumah tangga yang berat, ditambah harus menghidupi orang tua, sebelum memiliki keuangan yang mantap tidak berani punya anak............dalam tekanan dan serba ketidakberdayaan sampailah pada usia lanjut.

Usia lanjut merupakan kondisi yang sungguh memprihatinkan, siapa yang sudi peduli pada orang tua, sehingga harus dilewati dalam kesepian, dalam menjalani siksaan akibat didera penderitaan usia tua dan sakit, kemudian meninggal dunia.

Demikianlah satu siklus kehidupan berakhir begitu saja, dalam ketidakberdayaan hanya bisa mengikuti arus tumimbal lahir melanjutkan perjalanan samsara yang begitu menyusahkan, melelahkan dan penuh kesengsaraan.............

Bila anda merenungkan secara mendalam, maka anda akan memahaminya, apa maknanya lahir ke dunia ini? Maka itu harus membulatkan tekad, saya takkan berputar lagi di dalam lingkaran tumimbal lahir yang melelahkan ini, saya mesti terlahir ke Alam Sukhavati.

Sampai di Alam Sukhavati, mengakhiri segala derita, barulah kemudian kembali lagi ke dunia ini guna menyelamatkan makhluk lainnya, saat ini status anda adalah Suciwan, takkan dililit oleh ikatan lagi. Maka itu kelahiran kali ini harus menjadi yang terakhir kalinya, setelah menjelang ajal mesti terlahir ke Alam Sukhavati.

Saat makan juga merenungkan, hari ini saya dapat menikmati semangkok nasi ini, sungguh bersyukur, maka itu harus giat melatih diri, menimbun bekal terlahir ke Alam Sukhavati. Meskipun menderita di Alam Manusia, namun masih bersyukur tidak terlahir di Surga, karena keadaannya terlalu menyenangkan sehingga tidak punya waktu melatih diri. Kalau jatuh ke tiga alam rendah, maka di sana terlalu sengsara, setiap hari menjalani hukuman siksaan, juga tidak bisa melatih diri. 

Hari ini saya bisa terlahir sebagai manusia yang mempunyai kesempatan melatih diri, maka saya harus rajin barulah tidak bersalah terhadap waktu sehari ini. Kalau menyia-nyiakan hidup maka ini sungguh bodoh adanya!

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 220
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 21 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0220


時時憶念死亡無常
()

(四)食時警策
每天吃飯的時候要想:生入極樂世界是多麼的逍遙自在,有阿彌陀佛福德力的蔭庇,一切的受用應有盡有。比如想要受用飲食,自己面前就自然現前七寶所成的缽,裡面自然盛滿百味清淨妙食,全部隨心顯現,完全不需要勞作。不必使用牙齒、舌頭等,僅僅依靠見色聞香、意識領略便受用完畢,自然飽足。而且能夠使身心柔軟,不會產生染著心。並且享用之後會自然化去,再想吃的時候還會再次出現。所以說,阿彌陀佛是多麼的慈悲,把我們攝受到極樂世界之後,我們就可以全身心的投入到修法當中,再不必有任何的勞作,不會再製造任何的苦因。用現在的話來講,就是實現了真正的全自動化,一切都是阿彌陀佛妙心的顯現,這多好啊!
再想想看,我們現在為了吃一頓飯,又是買,又是洗,還要做各種加工,加起來要花費好幾個小時。而且我們現在吃的東西,雖然只是素食,但也會間接傷害生命,更何況很多人還不是完全吃素,那會造下更多的染污業因。還有,依靠這個不清淨的色身,再如何色香味俱全的美食入口之後就變了樣,只要一經牙齒咀嚼,再被唾液濕潤之後,就會像嘔吐物一樣,到最後只能成為最令人厭惡的屎尿。

更可悲的是,在我們這個世界裡面,尤其是南贍部洲的人類,整天忙忙碌碌,日日夜夜奔波勞累,不過就是為了養家糊口而已。就像《羅狀元醒世詩》中說的那樣:「辛苦到頭還辛苦,奔波一世枉奔波。」在這個欲界裡投胎,無非是為了飲食、男女這兩件事,就把人忙得團團轉,一生的精力都搭進去了。想到在這個娑婆世界過日子實在是沒意義,我一定要早一點去極樂世界。否則到了來世,如果還生在人間(這算是比較幸運了),生在這個地球上面,就一定會受這個世界共業的影響。到時候還要再過一次這樣無意義的人生,就像再進一次監獄那樣,又要服幾十年的徒刑。

想想看,你來世一出生,這一世幾十年學的知識全忘了,還得從頭學習、讀書。從幾歲開始,至少要讀十幾年,結果學成個近視眼,身心已經是未老先衰了。畢業後,到了二十多歲,就要開始工作。按現在這種情形看來,那時社會、經濟的發展只會是愈來愈快,競爭會更加的激烈,生存在這個世界上要面臨的壓力也會愈來愈多。每天為了忙生活,從早到晚的奔波,一週下來,已經累得精疲力盡。但是由於自己的心非常的浮躁、錯亂,儘管很想放鬆,調節身心,但只能依靠歌舞、上網、抽煙、喝酒等的染污事來麻痺自己的神經,實際上根本得不到真正的休息。很快又要成家,婚後的壓力更大。緊張的工作、沉重的房貸,加上贍養老人,沒有一定的經濟基礎都不敢養小孩……在各種壓力和無奈下很快就到晚年了。那時孤單寂寞,在病苦和老苦的折磨下很快就死了。不得不繼續下一輪的辛苦和奔波……

你設身處地的想一想就會明白,來這人間到底有什麼意思呢?所以要立誓,我以後再不要由業力的驅使投生到這個輪迴裡面了,我一定要往生到極樂世界。到了那裡,一切的辛苦、無意義就徹底結束了,到時候再回來,那就是聖者再來,再不會被這些塵勞束縛、拖累了。所以,能早就盡量早點去,現世就生到極樂世界,不要拖到來世。

另外,正在端起碗吃飯的時候,也要作無常想。也就是提醒自己,今天我還活著,還在吃飯,確實不容易。畢竟這世界上的死緣太多,活到今天還沒死算是很幸運了。所以我一定要利用好這一天來修集往生資糧。現在我生在人間,對於解脫輪迴來說,可以算是真正的大好時光。因為如果生在欲界天,那裡太享樂了;住在色界、無色界的禪定當中,也根本沒辦法修法;如果墮落下界三惡趣,更是每天在痛苦中煎熬,也不能修法。如今,我往昔的善業現前,投生為人,才有了這樣一種相對安定的心境。那麼我一定要把時間用在修法上,才對得起這一天。否則就是浪費人生,那是何等的愚痴啊!

像這樣,每頓吃飯的時候都要提起正念,想到輪迴無意義,我一定要把握好今生這次機會,往生到極樂世界。從而讓自己的心轉到修集往生資糧的意樂上。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二二O集)  2016/5/21  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0220

Merenungkan Ketidakkekalan 03



Senantiasa Merenungkan Ketidakkekalan
(Bagian 3)

3. Kala Bangun Pagi
Melalui pengamatan semalaman, andaikata tekad diri belum bulat, maka harus senantiasa mengingatkan diri sendiri supaya rajin-rajin melatih diri. Kalau tidak demikian, bila ditunda-tunda terus, maka hari demi hari berlalu, persoalan batin juga tidak dibereskan, padahal semua ganjalan hati ini tidak bisa lenyap dengan sendirinya, namun akan tinggal terus di hati, menjadi penghalang bagi upayamu terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Maka itu mesti memotivasi diri sendiri agar serius menimbun karma suci, ibarat petani yang bangun pagi-pagi untuk menanami lahan sawahnya, petani ini tahu bahwa saat musim tanam, seharipun tidak boleh absen untuk mengerjakan sawahnya, harus mengorbankan banyak daya upaya barulah ada hari panen.

Demikian pula kita menimbun karma suci, mesti setiap hari serius membangkitkan keyakinan, membulatkan tekad dan mengamalkan (melafal Amituofo). Kalau tidak rajin, saat menjelang ajal tentu sulit untuk terlahir ke Alam Sukhavati dengan bebas tanpa rintangan.

Mentari yang terbit di ufuk timur adalah ibarat burung emas yang terbang tinggi di angkasa, sekejab saja sudah terbenam di ufuk barat. Waktu berlalu begitu cepat, masa yang indah tanpa disadari telah mengalir pergi. Maka itu harus menggenggam erat setiap detiknya untuk menimbun karma suci.

Sebagian orang dalam menjalani karir atau usahanya, begitu lincah dan gesit, sama sekali tidak sudi membuang waktu sedetikpun, terutama dalam menikmati Lima Nafsu (gemar akan harta, rupa, ketenaran, makanan dan tidur). Sebaliknya terhadap Buddha Dharma malah menunda-nunda, sehingga tanpa terasa ajal sudah menjelang.

Kita semua dapat membayangkan waktu setahun itu ada berapa panjang? Tahun kemarin ibarat hari kemarin, coba bayangkan beberapa puluh tahun lagi, maka kehidupan ini pun berakhir. Segala daya upayanya mengejar urusan duniawi, adakah gunanya kini?

Maka itu hal ini haruslah jelas dipahami, harus menaklukkan hati sendiri, harus mengetahui bahwa mengejar segala urusan duniawi adalah menciptakan benih kesengsaraan bagi diri sendiri, ibarat minum racun. Anda semakin rakus, berusaha mengejar lebih banyak lagi, maka di hadapan telah menanti kesengsaraan yang tak berujung, entah kapan barulah bisa usai.

Di sisi lain, anda harus memahami bahwa meskipun cuma melafal sepatah Amituofo saja telah membawa pada anda, nilai tertinggi tiada taranya. Oleh karena kesuksesan yang paling bermakna tak lain adalah keberhasilan terlahir ke Alam Sukhavati, mengakhiri semua penderitaan.

Manusia hidup di dunia ini adalah ibarat seekor ikan yang ditaruh di dalam wadah yang airnya kian berkurang, tidak bisa hidup untuk waktu yang lama.  Sedangkan karir atau usaha kecil kita di dunia ini, adalah ibarat burung layang-layang yang membuat sarang di bawah atap rumah, beberapa bulan kemudian burung layang-layang harus terbang meninggalkan sarangnya, jadi betapa bagusnya sarang tersebut dibuat, juga tidak bermakna sama sekali.

 Ini menyatakan pada kita bahwa hidup ini begitu singkat, jadi tidak perlu membuat rencana jangka panjang di dunia ini. Segala rencana untuk bertahan hidup adalah serupa dengan burung layang-layang membuat sarang, asalkan bisa menafkahi hidup sudah cukup, tidak perlu menghabiskan banyak pikiran untuk bidang karir atau usaha.

Manusia yang hidup pada era sekarang ini, dikarenakan banyak belajar konsep-konsep yang salah arah, sehingga memandang diri sendiri terlalu hebat,  juga memandang dunia ini terlampau bermakna. Mengira bahwa seiring majunya ilmu dan tehnologi maka dunia akan jadi membaik, sehingga harus memikirkan segala cara untuk meningkatkan harga diri.

Kenyataannya, dunia ini hanyalah tempat singgah sementara, hanya saja hati orang awam sebegitu sempitnya, sehingga memandang dunia ini terlampau luas, akhirnya urusan-urusan duniawi yang membuang banyak waktu dan tenaga sia-sia, telah melilit dirimu.

Padahal bila pandangan bisa diarahkan lebih jauh ke depan, maka akan menemukan bahwa banyak hal di dunia ini adalah sungguh tidak bermakna, pada akhirnya bukankah juga sedemikian rupa adanya?

Setelah berpikir begini maka harus bulatkan tekad, saya harus terlahir ke Alam Sukhavati, ini barulah urusan besar dan penting yang penuh makna. Maka itu janganlah mendambakan dunia yang kecil ini.

Maka itu haruslah giat menimbun karma suci, setiap pagi waktu bangun, harus mengingatkan diri sendiri untuk membangkitkan pikiran benar (melafal Amituofo), mengingatkan diri sendiri agar urusan yang bisa dikurangi dihapus saja, waktu yang ada digunakan untuk menimbun karma suci, bekal untuk terlahir ke Alam Sukhavati.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 220
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 21 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0220


時時憶念死亡無常
()

(三)晨起警策
通過晚上臨睡時的觀察,如果發現自己心上存在不能往生的因素,就要警策自己好好修行。否則一天天這樣過去,不去解決,這些問題不會無緣無故的消失,始終會留在你的心裡,障礙你往生。

所以要策勵自己,每天都實實在在的修集往生資糧,要在這方面下功夫。好比說農民,每天一早起來就要去種田,他知道,在農忙的幾個月裡,一天不工作都不行,必須有這麼多的勞作才會有收成。我們積累往生資糧也是這樣,必須每天腳踏實地的在信願行方面努力。如果每天都不用功,到臨終的時候也很難順利往生極樂世界。

《西齋淨土詩》中說:「須臾入海還飛上,頃刻升天又落西。」意思是說,太陽在很短的時間裡從海中升起,像一隻金鳥一樣飛上天空,很快又落到了西方。這是告訴我們時間過得非常快,大好的時光瞬息之間就流逝了。所以一定要抓緊時間投入到淨業的修持當中。

很多人對於世間法方面非常勤快,一點也不拖延,凡是五欲受用方面,絕對是刻不容緩,馬上就要去享用。但是對於佛法上的事總是推到一邊,今天推明天,明天推後天,這樣因循度日,最終必定道業難成。因為成辦往生極樂世界的資糧靠的就是你這一生的努力。你要是不努力,一天天就這麼過去了。像這樣,很快一週、一月、一年就過去了。我們都能想到,一年到底有多長,想想去年好像就在昨天,再想想未來,也就只有幾十個這樣的日子,然後就結束了。而在這每一天裡面,你人生日曆上記下的淨業功課都是零蛋,這樣下去,到臨終的時候怎麼辦?最起碼你每天要在自己人生的日曆上寫下一半的淨業功課,這樣一生幾萬天下來,才不會覺得自己這輩子白活了。到臨終的時候才會有把握往生極樂世界,否則其他世間的事做得再多能有什麼用呢?

所以,一定要在這上面辨別清楚,要說服自己的心,這關係到未來生生世世的苦樂、關係到你的生死大事。這個問題,一方面你要認識到,做世間的事都是在給自己製造苦因,就像吃毒藥一樣。你愈貪著,做得愈多,沉溺輪迴的因就愈多,前面等待自己的就只有漫無邊際的苦,不知道哪一天能結束。另一方面,你要清楚的知道,如果能夠修持淨業資糧,哪怕念一聲佛號都有無量的價值。因為最有意義的事莫過於成功往生到西方極樂世界,一往生就徹底了結了無量劫的惑業牽纏、無量劫的苦。所以我這一生最重要的事就是衝出生死輪迴,進入極樂世界。

另外,我們要看清楚這個世間的真相。《淨土詩》中說:「此界猶如魚少水,微生只似燕巢簷。」意思就是,這個世界上的人,就像一條魚放在少得可憐的水裡那樣,不可能活很長時間。而我們在世間做的那些小小的生計,就像燕子在屋簷下搭的巢一樣。幾個月後燕子就必須得飛走,所以巢搭得再好也沒什麼大的意義。

這就是告訴我們生命短暫,沒必要對這個世界上的事做很多長久的打算。尤其是我們要認識到,依靠暫時的因緣活在這個世界上,就像一隻燕子偶爾停留在屋簷下那樣。所做的一切維持生活的事就像搭巢一樣,能維持生命就可以了,沒必要在世間的事業上花那麼多的心思,浪費那麼多的精力。

當今時代的人,由於從小薰習了很多錯誤的觀念,把自己看得過重,也把這個世界看得過於有意義。認為隨著科技的發展,這個世界愈來愈美好,有必要做各種各樣的事來實現人生的價值。其實,這些都只不過是非理作意而已。就像詩中所說那樣,整個世界就是這麼一回事,只是暫時停留的地方。自己就像是待在一個巢穴裡的燕子一樣,很快就會死亡。只是凡夫人的心很小,又把這些世間的事看得太大,結果這些世間瑣事就把你的心完全佔據了。其實把目光放長遠一些,就知道做很多世間上的事沒多大意義,到頭來也不過如此。這樣想了之後,就要下定決心,我一定要往生到極樂世界,這才是真正有意義的大事,才能讓我的生命得到真正的昇華,獲得真正的自在。所以我絕不留戀這個巢穴一般的世界!

這樣想清楚之後,就要抓緊時間,勤修淨業。每天早上都要這樣來提起正知正念,警策自己在這一天當中,其他的瑣事盡量能減則減,一定要精勤成辦淨業,積聚往生資糧。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二二O集)  2016/5/21  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0220