Tampilkan postingan dengan label Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Berat Cinta 09



Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha
(Bagian 9)

Master Chin Kung :
Kita baru saja selesai mendengarkan pembacaan laporan belajar dari Venerable Zi-liao, merupakan peringatan keras bagi kita yang berniat terlahir ke Alam Sukhavati, sungguh merupakan perkataan yang berterus terang.

Kehidupan di dunia ini amat susah, saya yakin praktisi sekalian juga serupa dengan diriku, menyelami dengan mendalam bahwa setahun demi setahun hidup ini kian parah saja; dengan perkataan lain, dunia saha ini tidak bisa dihuni lagi, mesti segera mengambil langkah seribu. Ke mana tujuan kita? Tentu saja ke Alam Sukhavati, apakah mungkin? Tentu saja bisa. Setelah membaca Sutra Usia Tanpa Batas, maka anda akan mengetahuinya.

Manusia hidup di dunia ini berhadapan dengan kondisi yang tidak kekal dan terus menerus mengalami perubahan tanpa henti, tiada satupun yang tidak berubah, bahkan Buddha Dharma juga mengalami perubahan, apa lagi yang lainnya.

Andaikata kian berubah kian bagus, maka tempat ini masih pantas didambakan, namun sayangnya, kian berubah kian memburuk, kian susah dan sengsara, makin berubah makin merosot dan terpuruk, maka itu lebih baik segera mengambil langkah seribu, tidak ada yang patut didambakan lagi.

Bumi yang kita huni ini sudah sampai sedemikian parahnya, apakah kita masih juga belum sadar? Andaikata kita segera meningkatkan kesadaran sedini mungkin, kembali ke jalan yang benar, mengerahkan segenap hati ber-sarana (berlindung) pada Buddha Amitabha, sepenuh hati mengandalkan Alam Sukhavati, mengakhiri samsara, memutuskan arus tumimbal lahir.

Praktisi yang gagal terlahir ke Alam Sukhavati, laporan hari ini telah menyebutkan dengan jelas, yakni kemelekatan cinta tidak dikikis. Apa yang anda cintai, semuanya adalah khayalan semu, cinta dapat berubah jadi dendam.

Jadi metodenya sudah cukup jelas, yakni hanya dengan “Menfokuskan pikiran melafal Amituofo, melepaskan segala kemelekatan”, dengan begini sudah bisa berhasil.

Kalau cuma menfokuskan pikiran melafal Amituofo, tapi tidak sanggup melepaskan segala kemelekatan, maka juga takkan berhasil mencapai Tanah Suci Sukhavati.

Tak peduli terhadap apa saja, selama masih timbul nafsu cinta, maka ini ibarat seutas tali yang melilitmu jatuh lagi ke alam saha, selamanya tak berdaya keluar dari roda samsara. Jadi diri sendiri yang harus menyingkirkan semua kemelekatan ini.   

Dalam kehidupan kali ini sungguh tidak mudah memperoleh kesempatan terlahir sebagai manusia dan mendengar Buddha Dharma, terutama berkesempatan mendengar Pintu Dharma Tanah Suci, menjalin jodoh Dharma dengan Upasaka Xia Lian-ju dan Upasaka Huang Nian-zu, dua Bodhisattva ini pasti membantu kita berhasil terlahir ke Alam Sukhavati.

Jadi kalau nafsu cinta tidak berat takkan jatuh ke alam saha, kita mesti mengalihkan nafsu cinta ini menjadi cinta berat pada Tanah Suci Sukhavati, sekarang kita lepaskan dulu alam saha ini, melangkah ke Alam Sukhavati, setelah mencapai pencerahan di sana, barulah kembali lagi dengan status Buddha atau Bodhisattva, jati diri sudah tidak serupa dulu lagi (bukan orang awam lagi), tujuan kita datang juga sudah berbeda, kita datang untuk menyelamatkan para makhluk yang masih tersesat, jadi kita datang bukan karena kita jatuh terpuruk. Ini adalah sangat penting.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 219
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 19 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0219


愛不重不生娑婆
()

老法師:我們剛才聽了自了法師這段的報告,對我們真正想求生淨土的人是很高的警策,確確實實是真話。這個世界生活之艱苦,我相信大家能跟我一樣,深深感觸到一年比一年嚴重;換句話說,這個世界不能住,這個世界必須趕快離開。到哪裡去?到極樂世界去。極樂世界行嗎?行。你能夠把《無量壽經》念熟了,你就明白了。

一個人在世間,面對著無量無邊的變化,人在變化,事在變化,物在變化,沒有一樣不在變化,佛法也在變化,沒有一樣東西是不變的。如果是愈變愈殊勝、愈變愈好,這個地方還值得留戀。如果它是負面的,愈變愈差、愈變愈壞,愈變愈辛苦、愈變愈墮落,那不如趕緊走的好,不值得留戀。現在我們居住的地球,真有一點像古人所說的,嚴重到極處,能不警覺嗎?能夠警覺得早,警覺得快,趕快回頭,一心依靠阿彌陀佛,一心依靠極樂世界,這是我們了生死、脫輪迴的一條正道。

凡是念佛不能往生的,今天這個報告說得很明白,什麼原因?情執不斷,愛。你愛的,你要知道全是假的,不是真的,愛會變成怨,會變成恨,會變成仇,它不是真的,我們要知道。我們要想方法,這個方法,佛在經上講得很清楚、很明白,教我們一心念佛,放下萬緣,就成功了。一心念佛,要放不下萬緣,還是去不了。無論對什麼,只要有一念貪愛、一念情執,那就是一根繩子,把你拴在輪迴,你永遠出不了輪迴。這個自己要把它解開,要把它拋棄。這一生,好不容易得人身聞佛法,聞到淨土法門,跟夏蓮老、黃念老結上法緣,這兩個菩薩決定能幫助我們往生淨土。所以,愛不重不生娑婆,不是好事,我們扭轉過來,我們愛極樂世界,我們放棄娑婆世界。到極樂世界成就正覺之後再來,再來是佛菩薩,身分不一樣了,是來救世間人,不是自己墮落。這個要緊。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師、李桃  (第二一九集)  2016/5/19  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0219

Berat Cinta 08



Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha
(Bagian 8)

3. Menfokuskan Pikiran Melafal Berkesinambungan, Mematangkan Karma Suci

Masa sekarang kebanyakan orang, terhadap Alam Sukhavati, tidak sepenuhnya berniat terlahir ke sana, juga sedikit orang yang mau berdaya upaya, sehingga mampu melafal Amituofo berkesinambungan tak terputus.

Maka itu, sekarang setel pikirannya ke arah Tanah Suci Sukhavati, yakni mengalihkan nafsu cinta berkesinambungan menjadi melafal berkesinambungan, setiap saat membulatkan tekad terlahir ke tanah suci.  

Master You-xi berkata : “Dapat meringankan nafsu cinta duniawi, belum tentu dapat menfokuskan pikiran membulatkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati. Dapat menfokuskan pikiran membulatkan tekad terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, pasti dapat meringankan nafsu cinta duniawi”.

Ini menunjukkan bahwa dapat mengurangi kemelekatan cinta pada dunia saha ini, belum tentu dapat menfokuskan pikiran membulatkan tekad terlahir Alam Sukhavati. Tapi, hanya dengan menfokuskan pikiran membulatkan tekad  terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, maka ini pasti dapat mengurangi kemelekatan cinta pada dunia saha.

Maka itu harus perbanyak membaca sutra untuk lebih mengenal kewibawaan Alam Sukhavati, sehingga hati yang berniat terlahir ke tanah suci kian hari kian menguat. Setelah kekuatan tekad terlahir ke Alam Sukhavati melampaui kekuatan tumimbal lahir, maka anda dapat menggenggam kepastian berhasil terlahir ke Alam Sukhavati.

Dalam mewujudkan segala hal, langkah permulaannya pasti sulit, baru mulai menimbun karma suci tentunya sulit, tapi asalkan tekun, menunggu kekuatan tanah suci perlahan jadi menguat, maka semuanya akan berubah jadi gampang. Saat itu hatimu akan menjauhi kemelekatan pada dunia saha, mendekati Alam Sukhavati.

Maka itu, selagi masih muda, mempunyai kesempatan melatih diri dan semangat, harus lekas membangkitkan ketekunan, memperkokoh benih terlahir ke Alam Sukhavati, menempatkan diri di atas jalur menimbun karma suci.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 219
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 19 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0219


愛不重不生娑婆
()

(三)專心繫念,成熟淨業
現在大多數人,對於極樂世界不是心心念念的嚮往。也很少有人肯下功夫,讓自己念佛的心達到念念相續。結果就是,對娑婆世界和極樂世界的心一厚一薄,一重一輕,在用心的程度上相差太懸殊。因此,現在要做的,就是把自己的心扭轉到極樂世界方面。換句話說,就是要把自己對於娑婆世界綿綿不絕的愛,換成對極樂世界念念希求的心。

幽溪大師在《淨土法語》裡也講到:「能輕娑婆之愛,未必能一極樂之念。能一淨土之念,必能輕娑婆之愛。」也就是,能夠減輕對於娑婆世界的愛執,未必能夠一心繫念極樂世界。但是,只要能夠使求生極樂淨土的心達到專一,則必定能減輕對娑婆世界的愛執。

要想讓自己一心求生極樂世界,就要在這方面多串習。也就是要多看極樂世界方面的書,多了解西方淨土的功德莊嚴,多想西方的依正妙相等等。正所謂「熟處轉生,生處轉熟」。你要讓自己的心,逐漸對於輪迴疏遠,讓愛執娑婆的心不像過去那麼濃厚。並且要讓自己的心,常常緣在極樂世界上面,對這些愈來愈熟,薰習得愈來愈深,這樣欣求極樂的心自然會變得愈來愈重。這樣,西方淨土的習氣就會逐漸成熟,自己的氣分會跟極樂世界愈來愈相應。也就是說,要讓自己心上墮入輪迴的力量和往生淨土的力量此消彼長。一旦往生的勢力強過輪迴的力量,你就有把握往生了。

我們都學過十二緣起,在流轉輪迴方面解釋,它的根本就是愛取有。其實這個道理在往生淨土方面也是一樣的。其中「愛」就是指愛西方淨土裡的一切,如果再再加強這種對極樂國土的信心、好樂心,就會發展為心心修淨業,念念求往生,唯一「取」清淨的善法。這樣你的心裡就會出現「有」,也就是已經有了決定往生西方的淨業勢力。這樣在世的時候就可以得到授記,決定能往生極樂世界。

俗話說,「萬事開頭難」,剛開始串習淨業確實比較難。但只要肯精勤的努力,等到淨土方面的力量逐漸加強到量,就會變得很容易。那時,你的心自然會跟娑婆世界很疏遠,跟極樂世界很親近。所以,大家趁著現在還年輕,有因緣、有精力的時候,就要在這上面用功,在往生正因上加強,把自己規範在修淨業的軌道上面。

以上選摘自智圓法師《往生之路十》。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師、李桃  (第二一九集)  2016/5/19  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0219

Berat Cinta 07



Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha
(Bagian 7)

2. Dalam Keseharian Belajar Melepaskan Kemelekatan, Saat Ajal Takkan Ada Kekhawatiran.

Maka itu, saat sekarang juga harus berusaha mengurai problema di hati, jangan lagi diikat oleh nafsu cinta yang berat. Kalau tidak sudi mengurainya, maka nafsu cinta ini kian hari kian parah. Kalau begini, ikatan kasih kian hari kian menebal, kian lama kian mengental.

Bagimu, ikatan keluarga barulah merupakan yang terpenting, sehingga kekuatan karma suci begitu lemahnya. Sampai saat menjelang ajal, anda tidak punya cukup waktu buat mengurai semua simpul ikatan ini, kalau bukan cinta yang ini maka cinta yang itu. Kalau hatimu terus mendambakan keluargamu, maka hati akan begitu terluka bagaikan disayat-sayat belati yang tajam. Mana mungkin masih ada hati yang bertekad terlahir ke Tanah Suci Sukhavati?

Coba pikirkan, dalam keseharian saja tidak mau belajar melepaskan, tiba saat menjelang ajal, apakah anda bisa memiliki kekuatan dalam sekejab melampaui semua bentuk ikatan cinta? Dalam keseharian saja tidak sanggup menfokuskan diri melafal Amituofo, tiba saat menjelang ajal, apakah sanggup mengeluarkan keyakinan dan tekad menyeluruh? Pada umumnya ini adalah mustahil.

Maka itu dalam waktu keseharian mesti menyelesaikan ganjalan yang satu ini, barulah saat menjelang ajal takkan ada kekhawatiran, barulah bisa terlahir ke Alam Sukhavati dengan bebas tanpa rintangan. Maka itu, mulai sekarang sudah harus belajar melepaskan ikatan cinta duniawi sampai sebersih-bersihnya.

Pikirkanlah dengan jernih, hanya dengan demikian barulah bisa mencapai arah dan tujuan yang bagus, bila cinta individual bisa hambar selapis maka niat terlahir ke tanah suci akan bertambah setingkat, keyakinan diri untuk berhasil terlahir ke tanah suci juga akan bertambah satu bagian.

Jadi jangan lagi menjalin hubungan berdasarkan emosional, tapi jalinlah hubungan berdasarkan Dharma. Kalau tidak demikian maka saat kebersamaan semakin panjang, ikatan di hati juga kian erat, makin sulit untuk berpisah.

Lalu juga belajar untuk mengamati hati sendiri, saat berpisah dengan keluarga takkan ada kerinduan. Contohnya sudah bersama keluarga selama belasan tahun, hari ini tiba-tiba karena suatu urusan harus berpisah selama sebulan, coba lihat apakah anda bisa pergi dengan leluasa.

Andaikata langkah anda tidak berat juga tidak timbul nafsu cinta, tanpa kekhawatiran berangkat meninggalkan keluarga, kalau sudah begini, berarti saat menjelang ajal barulah memiliki kemungkinan membulatkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Kalau sekarang masih saja suka cemas ini dan cemas itu, sulit untuk berpisah, apalagi sebulan lamanya lebih tak sudi lagi, maka saat menjelang ajal tak perlu dibayangkan lagi.

Bila anda dihadapkan pada dua pilihan, pertama, saat sekarang juga dijemput Buddha Amitabha terlahir ke Alam Sukhavati, dan yang kedua, memilih tetap tinggal di alam saha menemani keluarga, yang mana yang akan anda pilih?

Sebagian besar pasti memilih yang kedua, merasa putraku belum menikah, atau cucuku belum masuk perguruan tinggi, masih banyak pesan akhir yang belum disampaikan………….pokoknya dalam hatinya akan berpikir : Memang sih, terlahir ke Alam Sukhavati itu bagus, tapi sekarang saya masih belum boleh pergi. Tunggulah sampai urusan ini dan urusan itu selesai dulu barulah pergi ke tanah suci. Jadi sekarang sebaiknya tetap hidup di sini dulu, supaya masih bisa  berbagi kasih dengan suamiku, buah hatiku, bersamaan itu pula saya di sini juga masih bisa melafal Amituofo.

Atau merasa kehidupan sekarang cukup lumayan, kelak pada kehidupan mendatang masih mau jadi manusia lagi, sekeluarga masih bisa menyambung episode satu keluarga, selamanya takkan terpisah………….kalau hatimu berpikir sedemikian rupa, maka kemelekatan ini sudah terlampau berat dan parah sekali.

Sebaliknya apabila anda menjatuhkan pilihan pada yang pertama, bersedia saat sekarang juga dijemput Buddha Amitabha, sanggup menyingkirkan semua kemelekatan duniawi. Tak peduli itu adalah orang, urusan, makhluk hidup dan benda mati dan lain sebagainya, semuanya bisa dilepaskan. Tak peduli bagaimana kondisi keluarga setelah ditinggalkan, anak-anak bagaimana nantinya, saya tak peduli lagi, hanya menfokuskan pikiran melafal Amituofo, secepatnya terlahir ke Alam Sukhavati. Ini berarti anda masih mempunyai niat menjauhi Alam Saha, masih memiliki sedikit keyakinan diri untuk berhasil terlahir ke Alam Sukhavati. (Tentu saja ini bukan mengajari anda untuk lari dari tanggung jawab dan tugas anda sekarang ini)

Selain itu, dapat mengamati dalam keseharian anda melafal Amituofo, apakah dapat melepaskan segala kemelekatan cinta duniawi, apabila dalam waktu keseharian sudah mampu melepaskan, maka saat menjelang ajal barulah ada harapan sanggup mengikhlaskan.

Umpamanya sebagai seorang wanita, yang paling sulit dilepaskan adalah buah hati, kemelekatannya pada putra putri begitu berat. Maka mulailah dari poin ini, belajar melepaskan, pertama-tama harus membuat diri sendiri paham dan jelas, kemelekatan cinta pada anak-anakku adalah rintangan terbesar bagi upaya terlahir ke Alam Sukhavati.

Lalu belajar melepaskan kemelekatan cinta ini perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Umpamanya, saat anak ada sedikit tidak enak badan maka hati langsung terasa amat terguncang hebat, gelisahnya bukan main. Kalau sudah begini maka tidak sanggup lagi menfokuskan diri melafal Amituofo.

Kemudian selangkah demi selangkah sudah mampu menenangkan diri, tidak begitu melekat lagi, tak peduli apapun yang terjadi, tetap menfokuskan diri melafal Amituofo, dengan menggunakan kebijaksanaan Buddha untuk mengatasi permasalahan. Terhadap kemelekatan ini kian hari kian hambar, kian hari kian lapang pikirannya, maka ini berarti ada kemajuan batin.

Maka itu harus senantiasa mengamati hati sendiri, bila anda sanggup membuat pelafalan Amituofo melampaui kecemasan pada buah hati, maka saat menjelang ajal mampu menggenggam erat kesempatan terlahir ke Alam Sukhavati. Sebaliknya bila hati yang mencemaskan anak-anak melampaui hati yang melafal Amituofo, maka ini merupakan masalah besar.

Master Han-shan berkata : Apabila saat melafal Amituofo, tidak sanggup melepaskan kemelekatan cinta di hati, dengan demikian, cinta adalah majikan hati, melafal Amituofo cuma penampilan semata, akhirnya sambil melafal Amituofo, kemelekatan cinta di hati juga kian meningkat.

Maka itu, anda sekarang harus mengamati diri sendiri, andaikata nafsu cinta pada buah hati bermunculan keluar, coba lihat apakah lafalan Amituofo di mulut dapat melampaui kemelekatan pada anak-anak? Jika cinta ini tidak bisa dipatahkan, bagaimana mungkin bisa mematahkan arus tumimbal lahir?

Harus diketahui bahwa nafsu cinta ini sudah lama membekas di hati, sementara itu kegiatan melafal Amituofo baru saja dimulai, sehingga ketulusan masih belum sepenuhnya, hasilnya kurang efektif.

Andaikata sekarang, ketika nafsu cinta itu bermunculan, sementara diri sendiri tidak mampu menjadi majikan diri sendiri, maka saat menjelang ajal juga tidak mampu jadi majikan/pengendali diri sendiri.

Maka itu menasehati para praktisi Pelafal Amituofo, pertama-tama mesti mengetahui masalah terbesar dalam kehidupan manusia, harus membulatkan tekad untuk keluar dari roda samsara. Sebagai praktisi, hendaknya mengikis hingga ke akar-akarnya segala bentuk jenis nafsu cinta. Selain ini mana ada lagi metode lain yang menakjubkan?

Master You-xi juga mengatakan : “Jika ingin meringankan kemelekatan pada cinta, maka tak lain adalah menfokuskan pikiran melafal Amituofo”.

Jadi untuk mengurangi kemelekatan pada nafsu cinta dunia fana ini, tiada lagi yang lebih bagus daripada menfokuskan pikiran melafal Amituofo, yakni memusatkan perhatian pada lafalan Amituofo dan membiarkan nafsu cinta itu kian jadi hambar dan menipis.

Pintu Dharma Terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, mana perlu begitu banyak macam-macam?

Cara yang dikemukakan Master Shandao begitu bagus untuk diteladani, yakni asalkan bersedia untuk menfokuskan pikiran melafal Amituofo, melepaskan segala bentuk kemelekatan, maka jarak kampung halaman Alam Sukhavati takkan terpisah jauh lagi dengan diri sendiri.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 219
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 19 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0219


愛不重不生娑婆
()

(二)平時離愛,臨終無憂
因此,現在就要儘快解決自己心上的問題,不要讓愛執再加深了。如果不去對治,愛執必定會在心裡不斷的增長。這樣發展下去,情愈來愈厚,愈來愈濃。在你心裡,家人的感情成為最重,淨業的勢力就很微弱了。到了臨終那一刻,你的心沒有時間做太多的選擇,不是此就是彼。如果你的心一直這麼戀著家庭,心裡就難以割捨。哪裡還會存著一分心去求生西方呢?

徹悟大師說:「當萬緣放下,一念單提。」要想成功往生,臨終的時候就必須把世俗萬緣全部放下,只有這樣,一念阿彌陀佛才能提得起來,才能直接跟佛相應。否則,你的心如果放不下這些感情,已經緊緊的被纏縛住了,哪裡還能騰出一心,求生西方呢?想想看,平時都沒辦法斷掉執著,臨終的時候,你有能力一個反彈就超越這些情執嗎?平時都沒辦法一心念佛、求往生,臨終的時候,能拿得出那種真信切願嗎?一般人沒那麼大的根器,是根本做不到的。

所以,平時就要把這些處理好,臨終的時候才能沒有後患,才能自在往生。因此,現在就要把世間的感情看清楚,想明白,這樣才會往好的方向轉。世俗的情能夠淡一分,往生的心才會深一分,往生的把握才會增一分。

具體來說,首先最好能夠把對家人的世俗感情,轉化成法上的情義,不要以世俗的感情來打交道。否則在一起的時間愈長,纏繞在心上的情就是愈難以割捨。

而且要訓練自己的心,讓自己平時跟家人分別的時候就沒有貪戀。比如說,跟家人在一起幾十年,今天突然要離開一個月,看看你能不能斷然就走。如果你的心能夠不生眷戀,毫不猶豫的離開家人,臨終的時候才有可能發起直接求往生的心。如果你現在都是猶猶豫豫,難捨難分的,分開一個月都不願意,那麼,到臨終的時候能不憂惱,能斷然放下嗎?

這個問題大家現在就可以想想,如果此時此刻讓你做選擇,是馬上往生極樂世界,還是留下來陪家人。可能很多人會選擇後者。會認為我的兒子還沒結婚,或者孫子還沒考大學,還有什麼事沒交代好……總之,心裡會想:往生雖然很好,但是我現在還不能走。要等到什麼什麼事都做完了再往生淨土。所以現在最好還是在這兒待著,跟我的丈夫、兒女們在一起,同時我還能好好念佛。或者乾脆認為現在的生活挺好的,最好來世再做人,一家人繼續到一起,永遠不分開更好……如果你的心裡有這種想法,就說明心裡的貪戀執著太嚴重了。這樣往生的希望就會很渺茫。當然,如果你選擇前者,願意現在就往生,心裡能脫開這世界上的一切。無論是什麼人、事、物等等,全部能夠放下。管它家裡怎麼樣,孩子怎麼樣等等,我一切都不管了,就是一心念佛,趕緊求往生。這說明你的出離心還算可以,還有點往生的把握。(當然,這並不是叫你忽視現前的責任和義務。)

另外,可以看看自己平時念佛的時候,能不能把這些世俗的感情全部放下。平時能放得下,到臨終的時候才有希望放下。

比方說,做為一個女人,最難放下的就是自己的兒女,心裡對於這方面的執著最重。那麼就要從這裡下手,首先心裡要明白,貪著兒女就是我往生的最大障礙。然後就要在這方面訓練,一點點的放開。比如,原來自己的孩子稍微有點什麼事,就執著得不得了,心馬上無法安住了。那個時候根本念不了佛,只能是動動嘴巴。甚至連嘴上也不念了,直接就衝出去了。後來能夠做到像對別人的孩子那樣,不那麼貪著,無論發生什麼事,都能一心念佛,以佛法的智慧來處理問題。這樣就很好,對此看得愈來愈淡,愈來愈想得開,就說明你的修行有進步。所以,要經常訓練自己的心,如果你能夠讓念佛的心超過念兒女的心,那麼臨終的時候就會比較有把握往生。但是如果念兒女的心超過了念佛的心,就很麻煩了。

憨山大師也說:如果念佛的時候,放不下心中的愛執,這樣,愛是心裡的主宰,念佛只是表面形式,結果只能是佛號在一邊念著,愛執在心裡增長。所以,你現在就要觀察自己,比如兒女的情現前的時候,看看口裡念的這句佛能不能敵得過愛?如果斷不了這個愛,那又怎麼可能了斷生死呢?要知道,自己心中的愛已經串習得非常純熟了,而念佛才剛剛開始,很生疏,心又不夠懇切,就很難得力。如果現在貪愛的境現前時,自己的心做不了主,那麼臨終時必定做不了主。所以,勸現在的念佛人,首先一定要知道生死大事要緊,要發起懇切了脫生死的心。要在生死的根源上念念斬斷,那麼每一念就都是了生死的時節!這樣,念念真切,刀刀見血,就一定能出離生死。所以,無論是在家人還是出家人,要知道生死心是自己內心的種種愛,這樣就知道了生死是念念在生死的根源——愛上截斷。除此之外,哪有別的妙法?

幽溪大師也說:「欲輕其愛者,莫若一其心。」要想減輕對娑婆世界的愛,沒有比一心念佛更好的了,也就是讓自己念佛的心盡量純熟專一,來使貪愛世間的心逐漸淡薄。古德在詩裡也說:「求生清泰法何饒,善導遺風最可標,一念單提家不遠,萬緣俱絕路非迢。」意思是說,往生極樂世界的法門哪裡需要很多呢?善導大師的方法堪為最好的模範,也就是只要肯一心持名,萬緣放下,那麼極樂故鄉離自己就不再遙遠了。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師、李桃  (第二一九集)  2016/5/19  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0219


Berat Cinta 06


Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha
(Bagian 6)

Sambil melafal Amituofo sambil menciptakan karma tumimbal lahir, pada akhirnya malah gagal terlahir ke Alam Sukhavati, oleh karena akar cinta belum dicabut, maka saat menjelang ajal akan muncul kemelekatan pada nafsu cinta.

Jadi bagi praktisi Pelafal Amituofo, jenis-jenis nafsu cinta apa saja yang bisa merintanginya terlahir ke Alam Sukhavati?

1. Kemelekatan Cinta Pada Keluarga
Mungkin inilah yang merupakan rintangan terbesar. Jadi ini harus melihat bagaimana kemampuan anda menyeimbangkan, barulah takkan diseret olehnya, bila membawanya menuju arah tumimbal lahir, maka keluarga akan jadi rintangan untuk terlahir ke Alam Sukhavati. Tetapi bila anda dapat menyeimbangkannya, mengendalikannya dengan kebijaksanaan, sehingga rumah tangga berjalan mengikuti jalur yang benar, maka rumah tangga akan menjadi jodoh pendukung terlahir ke Alam Sukhavati.

Semua ini tergantung pada diri anda sendiri, apakah dapat mengendalikannya dengan baik atau tidak, jadi semuanya kembali pada hati sendiri. Namun, kebanyakan dari kita dikarenakan hatinya yang tidak kuat, jadinya malah diatur oleh nafsu cinta, akhirnya hanyut terbawa arus cinta keluarga dan orang-orang yang disayangi, menjadi rintangan terbesar dalam upaya terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Mengapa dikatakan demikian? Bagi anda, hubungan yang paling dekat adalah anggota keluarga. Tak peduli apakah berada bersama setiap harinya, mereka juga merupakan sosok yang paling anda cemaskan.

Maka itu saat menjelang ajal, anda takkan mencemaskan tetangga anda,  juga takkan merisaukan siapa-siapa, tapi yang paling anda khawatirkan adalah suami anda, anak-anakku, harta bendaku……….selama ada satu hal saja yang belum dilepaskan, maka takkan bisa menfokuskan pikiran melafal Amituofo.   

Coba amati sejenak situasi sekarang ini maka jelas sudah. Umpamanya anda sedang berpergian, apakah hatimu akan selalu memikirkan rumah? Lalu apakah juga ikut memikirkan tetangga? Atau memikirkan penduduk yang satu kota dengan anda? Tentu saja tidak. Anda cuma bisa memikirkan rumah sendiri, keluarga sendiri, mustahil bisa memikirkan orang lain.

Bahkan yang paling jelas apabila ada kejadian gempa bumi atau kebakaran misalnya, yang pertama-tama muncul dalam pikiran anda tidak mungkin adalah bagaimana keadaan tetanggaku, atau bagaimana keadaan penduduk kota ini, yang pasti adalah cepat-cepat angkat telepon menanyakan kabar keluarga anda sendiri.

Seperti juga hari biasanya, apa saja kejadian yang berlaku dalam keluarga sendiri, langsung membuat hatimu terseret, hal ini akan membuat hatimu berguncang begitu hebat. Contohnya ada anggota keluarga yang terserang flu, anda akan begitu cemas, perasaan begitu berkecamuk; anak baru saja batuk beberapa kali, namun perasaanmu sudah remuk. Kalau keuangan mendukung maka cepat-cepat diantar ke rumah sakit, memikirkan segala cara  untuk membebaskan si anak dari derita, dengan ketulusan sepenuhnya mendoakan agar anak sendiri lekas sembuh.

Coba kalau bukan keluarga sendiri yang jatuh sakit, maka tidak merasa apa-apa. Umpamanya ada keluarga tetangga yang sakit parah, setiap hari mengeluh sakit sana sakit sini, namun diri sendiri juga tetap kebal dan mati rasa. Atau saat di rumah sakit melihat pasien keluarga lain, meskipun penyakitnya adalah kanker, namun hati sendiri juga mati rasa.

Pokoknya tidak ada kaitannya dengan diri sendiri, malas dipikirin. Kadang kala juga merasa orang sakit kasihan sekali, ini juga munafik, padahal cemas saja tidak, sama sekali tidak punya sikap cemas seperti terhadap keluarga sendiri.

Andaikata anda sedang merantau di negeri orang, setiap tiba perayaan Imlek atau hari besar lainnya, pasti akan teringat pada rumah, merindukan keluarga sendiri. Seperti kata pepatah “Setiap tiba perayaan festival akan ditemani kerinduan pada keluarga”.

Pasti akan memikirkannya, andaikata saat sekarang bisa berkumpul bersama keluarga, betapa bahagianya. Tapi sekarang cuma seorang diri berada di kejauhan, sungguh merana. Hati anda pasti akan merasa amat tersiksa, ini berasal dari kemelekatan cinta pada keluarga. Berapa dalam kadar cinta ini maka begitu kuat pula kerinduan yang muncul dan begitu besar pula siksaan yang dialami.

Maka itu Hukum Sebab Akibat takkan meleset. Yang tidak sanggup anda lepaskan adalah anggota keluarga anda. Dikarenakan kemelekatan cinta ini sehingga anda akan memikirkannya, anda takkan memikirkan musuh anda, oleh karena tidak ada rasa cinta.

Bayangkan semasa hidup saja, kala merindukan keluarga juga bisa begitu bersedih, apa lagi saat menjelang ajal harus berpisah buat selama-lamanya? Bagaimana anda mampu menahan sakitnya ini? Bagaikan disayat-sayat oleh belati yang tajam.

Kita juga sudah pernah menonton film bertemakan jalinan asmara, ketika sepasang kekasih terpaksa harus berpisah, betapa pilu dan tersiksanya. Bila kita amati orang-orang yang ada di sekeliling kita, juga dapat menemukan kejadian sedemikian rupa.

Contohnya ketika seseorang hendak melanjutkan studi di Luar Negeri, maka harus meninggalkan kampung halaman dan sanak keluarganya; saat tamat sekolah harus meninggalkan sahabat-sahabat baiknya; atau bahkan harus meninggalkan kekasihnya atau melanjutkan cinta jarak jauh; atau harus mencari kerja di negeri lainnya lagi dan sebagainya.

Pokoknya selama terjadi tahapan perpisahan, harus merasakan berbagai siksaan perasaan. Terutama saat di terminal bus, lapangan udara, kita dapat melihat adegan-adegan perpisahan dari orang-orang yang saling mengasihi, saling menangisi perpisahan, akan tampak sikap yang begitu saling tidak ingin berpisah, betapa sengsaranya.

Ini dikarenakan di hati mereka sudah ada ikatan, sehingga tidak ingin berpisah lagi. Semakin mendalam cinta yang dicurahkan maka semakin besar pula siksaan akibat perpisahan.

Coba bandingkan keadaan ini dengan keadaan saat menjelang ajal, saat itu sudah sampai di gerbang hidup dan mati, hendak berpisah buat selama-lamanya. Bukan persoalan satu atau dua tahun lalu bersua lagi, tapi selama kalpa-kalpa yang panjang takkan bersua lagi. Bayangkan, bagaimana hati manusia takkan saling mendambakan? Bagaimana mereka sanggup melepaskan? Terpikir bahwa perpisahan kali ini adalah buat yang selama-lamanya, tentu saja dia takkan sudi pergi.

Lihat saja saat sekarang juga sudah tahu, umpamanya orang yang kita cintai sedang bekerja di luar negeri, saat perayaan Imlek baru pulang berkumpul bersama keluarga. Waktu baru pulang hatinya begitu senang, tapi beberapa hari kemudian harus pergi lagi kembali bekerja, saat itu pasti merasa amat bersusah hati, sedih sekali, saat akan berpisah, nafsu cinta itu akan segera muncul dan enggan untuk berpisah, bukankah demikian rupanya?

Atau anggota keluarga yang biasanya berada bersama kita, mendadak meninggal dunia, hati anda tentunya merasa amat kehilangan sehingga begitu bersedih hati, betul? Mungkin anda juga merasa heran, biasanya saya juga tidak terlalu melekat padanya, kenapa begitu berpisah hati akan merasa begitu sedih?

Ini dikarenakan dalam keseharian anda cuma memendam rasa cinta itu, hanya saja anda tidak menunjukkan keluar, bahkan merasa tiap hari berada bersama itu adalah membosankan. Tetapi begitu hendak berpisah, kemelekatan cinta itu baru muncul keluar.

Maka itu, saat sekarang ini bila meminta anda merenungkan situasi saat menjelang ajal, anda mungkin akan bilang takkan merindukan siapa-siapa, harusnya saat itu tidak ada masalah dan pasti berhasil terlahir ke Alam Sukhavati.

Tapi apabila bukan mulai sekarang anda mengikis kemelekatan cinta itu, sampai saat menjelang ajal pasti akan muncul, saat itu keluarga yang anda sayangi pasti akan menjadi rintangan terbesar. Oleh karena diri sendiri juga tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan diri, maka itu terpaksa mengikuti arus cinta bertumimbal lahir lagi, menikmati kesengsaraan tak berujung.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 219
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 19 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0219


愛不重不生娑婆
()

一邊念佛,一邊增長生死因緣,明顯是沒修到往生資糧。結果到臨終的時候,由於愛根未斷,就會現前對世間的貪愛執著。我們前面也講過,臨終的時候如果淨業沒有成熟,則必定不得往生。所以,在這個重要的問題上,大家一定不能輕視。

那麼,對於臨終來說,哪種愛執會成為往生的最大障礙呢?

(一)家庭恩愛,臨終障緣
按照現在大多數人的狀況來看,臨終時最大的往生障礙,很可能是家庭。
一切因緣法本來沒有自性,往什麼方向發展,最後的結果是好是壞,就看你能不能把握好。家庭也是一樣。如果你在這上面沒有調配好,就會受到它的牽連,往輪迴的方向走,這樣家就會成為往生的障緣。如果你能夠調配好,以智慧控制,讓整個家庭在隨順正理的軌道上運行,就會成為往生的助緣。而是否能夠把握好,關鍵在於自己的心。但是,我們很多人由於心沒有力量,只能任憑貪愛煩惱的擺布,結果自己的心就會隨家庭而轉,所愛的人就會成為往生極樂的最大障礙。

為什麼會這樣呢?對你來說,關係最密切的就是家庭成員,無論是否天天在一起,他們都是你最牽掛的人。所以,到臨終的時候,你不會牽掛鄰居,也不會牽掛單位裡的同事,更不可能牽掛什麼陌生人。你最牽掛的無非就是我的丈夫、我的孩子、我的財產……就是圍繞在你身邊的這些人和事。只要有一個放不下,就會纏縛住你的心,就會導致無法正念往生。

這一點你觀察一下現在的情況就很清楚。比如說你出門在外,那麼你的心會常常想起什麼?會想鄰居嗎?會想哪座城市裡的什麼建築、公園嗎?顯然是不會的。你只會想自己的家,想自己的家人。尤其是發生地震、火災等的時候,你第一個念頭肯定不是想周圍的飯店、超市怎麼樣了,或者鄰居家會不會有事,肯定是不假思索的給自己的家人打電話,心裡最在乎的是自己家裡的人。

平時,他們稍微有一點什麼事,馬上就會牽住你的心,你會因此心亂得非常厲害。比如家人得個感冒,你都會心痛不已;孩子咳嗽幾聲,你就會覺得自己的心好像揪在一起了。如果條件允許,會趕緊送到醫院,想盡一切辦法幫他減輕痛苦,一心盼望他能快快痊癒。但是,如果不是自己的家人生病,就會沒什麼感覺。比如,自己周圍的其他人已經病入膏肓,每天都痛苦萬分,自己的心也很可能無動於衷。或者,當看到醫院裡其他病人的時候,哪怕是癌症患者,自己的心也可能會很麻木,覺得反正跟自己沒關係,根本懶得去想他們。偶爾造作的想想病人真可憐,自己也覺得挺假的,完全沒有擔心自己家人的那種感覺。

如果你一個人在異國他鄉,每到過年過節的時候就會想家,想念自己的親人。正所謂「每逢佳節倍思親」。會想到,如果自己現在和家人在一起,闔家團圓,那是多麼美滿幸福。如今一個人孤孤單單,舉目無親。心裡會自然湧現無盡的傷感。這就是由於過去那種情執的積累,遇到這種境緣,在這個時刻,就會不由自主的現出來。曾經的感情有多深,這時思念的痛就會有多強。這就是情感的執著引生的痛苦。

所以,心上的因因果果是絲毫不會有差錯的。你最割捨不下的就是那些最親的家人。因為感情上的牽纏最多,由於過去的愛執,自然會去想他。而你不會去想陌生人或者仇人,因為對他們從來沒有愛執過。

既然愛執是如此的深,那麼到臨終的時候,頓然之間就要全部捨棄,你又怎麼能忍?你心裡一定會割捨不下,這是心的必然規律。大家都看過很多愛情方面的電視、電影,戀人在分別的時候都是很難受的,傷心欲絕,痛徹心扉。我們觀察自己或者身邊人的經歷,也能發現這一點。比如自己要到遠方上學,必須離別家鄉,離開親人;畢業的時候要離開關係非常好的朋友、同學;或者跟相愛的人分居兩地,偶爾才能見面;或者要去異國他鄉工作等等。總之在短暫離別的時候,都會出生強烈的愛別離苦。尤其在車站、機場就能看到,親人或者戀人分開的時候,大家都會哭,都特別的難捨難分,心裡特別痛苦。這就是因為彼此的心和心已經纏繞在一起了,就不想分開。愛得愈深,就愈是難以割捨。

以此類比臨終時的狀況,那時已經到了生死關頭,要永遠的訣別。那不是一年半載見不到,而是長劫都不會再相見了。你想想看,在這種時刻,人的心怎麼可能不留戀?想到從此之後再也見不到了,肯定是不願意離開。看看現在的狀況就知道,比如自己最愛的人平時在外地工作,只有過年的時候才能回到家鄉,闔家團圓。剛回來的時候很開心,想到幾天後就要離開,當時可能不會特別難過,但是到了臨別之時,眷戀的心自然就現起了,那時會難以抑制的生起愛戀,特別不想跟他分開,是不是?或者自己平時認為不是很執著的家人,突然之間去世了,你心裡也會非常難受,很長一段時間走不出那種痛苦的狀態,對不對?可能自己也覺得奇怪,我平時不是很貪戀他,為什麼離別會這麼難過?這就是由於心底還深深地埋藏著愛種子。只是平時沒發現,甚至還會認為天天在一起生活挺煩的。但是一旦要面臨離別,在那個關鍵時刻,愛戀的心必定會顯發出來。所以,讓你現在想想臨終時的情況,你可能會覺得自己不會眷戀什麼人,應該能往生。但是,如果現在沒有以對治法斷除愛執,到時候愛戀之心必然會現行。那時候,所愛的家人就會成為你往生的最大障緣。因為自己的心絲毫沒有對治的力量,所以不得不在貪愛煩惱、輪迴染業的牽引下繼續流轉生死,無法順利往生。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師、李桃  (第二一九集)  2016/5/19  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0219

Rabu, 01 Juni 2016

Berat Cinta 05



Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha
(Bagian 5)

Master Chin Kung :
Rekan belajar sekalian, kita baru saja mendengar pembacaan artikel yang ditulis oleh Venerable Zi-liao, yakni “Kalau cinta tidak berat maka takkan terlahir ke Alam Saha, kalau pikiran tidak terfokus maka takkan terlahir ke Alam Sukhavati”. Saya percaya banyak orang yang sudah pernah mendengar kalimat ini, tapi persoalannya apakah ada menaruh perhatian atau tidak.

Hari ini laporan belajar (sharing) yang ditulis oleh Venerable Zi-liao, berulang kali menekankan penyebab kegagalan terlahir ke Alam Sukhavati, yakni kemelekatan pada cinta. Apa itu kemelekatan pada cinta? Ini adalah khayalan semu.

Dari mana muncul kemelekatan pada cinta itu? Yakni balas budi, balas dendam, tagih hutang, bayar hutang, dari sinilah terjadinya. Menurutmu apakah hal ini baik? Mana bagus.

Benih yang buruk mana mungkin bisa menghasilkan buah yang bagus? Kita sendiri juga sudah pernah melihatnya secara langsung, juga pernah mendengarnya langsung, bahkan sebagian besar orang juga mengalaminya secara langsung, budi berubah jadi dendam, cinta berubah jadi benci, sudah terlampau banyak.

Ini khayalan semu, bukan yang sejati, cinta sejati mana mungkin bisa memunculkan banyak tragedi?  Semua ini adalah palsu, bohong-bohongan.

Harus melihatnya dengan jernih, setiap sisi harus diamati dengan jelas, maka itu lepaskanlah semua kemelekatan ini, menfokuskan pikiran pada Tanah Suci Sukhavati, begini baru betul.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 218
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 14 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0218


愛不重不生娑婆
()

老法師:諸位同學,我們剛才讀了自了法師編輯的這篇文字。「愛不重不生娑婆」,這一句話過去有沒有聽說過?我相信很多人都不陌生。有沒有重視它?關鍵在此地。

今天自了師這篇報告,一再說明不能往生的原因,就是情執。情執是什麼?假的。情執從什麼地方發生的?報恩、報怨、討債、還債,從這發生的。你看這因好不好?不好。因不好,果怎麼會好?這是我們自己在這一生當中親眼所見,親耳所聞,親身接觸到的,恩變成怨,愛變成仇,太多了。這不是親眼看見嗎?假的,它不是真的,真的愛怎麼會出這種事情?全是假的,全是騙人的,趕快走。要看清楚,方方面面統看清楚,徹底放下,一心取淨土,就對了。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二一八集)2016/5/14  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0218

Berat Cinta 04



Berat Cinta Jatuh ke Alam Saha
(Bagian 4)

4. Menjauhi Nafsu Cinta, Menfokuskan Pikiran Pada Kesucian
Buddha Amitabha ketika menjalani pelatihan diri, membangkitkan tekad : “Ketika Saya menjadi Buddha, para makhluk di sepuluh penjuru, mendengar namaKu, menfokuskan pikiran melafal Amituofo, siang malam tak terputus. Praktisi ini pada saat menjelang ajalnya, Saya bersama para Bodhisattva dan makhluk suci lainnya, muncul di hadapannya, menjemputnya ke Alam Sukhavati, dalam waktu yang sangat singkat telah terlahir ke Alam Sukhavati, menjadi Bodhisattva yang tak mundur lagi yakni Bodhisattva Avaivartika. Bila semua tekadKu tak terwujud, Saya takkan mencapai KeBuddhaan”.

Lantas kenapa para praktisi tidak mampu menfokuskan pikiran melafal Amituofo? Ketahuilah bahwa hambatannya tak lain adalah “cinta”, kalau tidak menjauhi nafsu cinta maka mustahil bisa mencapai “dengan pikiran suci melafal Amituofo berkesinambungan”.

Master You-xi berkata : “Bila hati tidak mampu melepaskan hal-hal duniawi, ini dikarenakan oleh perasaan cinta; tidak mampu melepaskan pola pikir duniawi, juga dikarenakan oleh perasaan cinta. Selama di hati masih ada kemelekatan pada cinta, maka pikiran sulit difokuskan pada lafalan Amituofo; sampai saat menjelang ajal, andaikata karena dihalangi oleh perasaan cinta, sehingga tidak mampu menfokuskan pikiran melafal Amituofo, maka takkan bisa terlahir ke Tanah Suci Sukhavati”.

Jadi ini sudah cukup jelas, kita harus mengikis nafsu cinta di hati kita, kalau tidak mau diseret olehnya, sehingga memenjarakan diri sendiri di dalam samsara, hingga kalpa-kalpa yang tak terhitung juga tidak mampu keluar dan membebaskan diri.

Pertama-tama kita harus mengamati, apa saja yang kita cintai? Yang paling nyata terlihat adalah hubungan pria dan wanita. Selain suami istri, ada lagi ikatan kasih sayang antara ayahbunda dan anak-anaknya, persaudaraan, persahabatan dan lain sebagainya.

Kemudian berkembang pada mencintai ilmu pengetahuan, ketrampilan seni, karir, ketenaran dan keuntungan, dan lain sebagainya. Bahkan juga berkembang pada mencintai makanan, pakaian, rumah, harta benda, hiburan, mainan dan lain sebagainya. Baik kadar cinta itu berat maupun ringan juga termasuk perasaan cinta, juga merupakan hambatan bagi upaya terlahir ke Alam Sukhavati.

Setelah berhasil mencari keluar benda-benda yang membuat kita melekat, lalu amatilah bahaya apa yang ditimbulkan oleh karena melekat padanya, barulah hati kita mampu melepaskan ganjalan ini, barulah memiliki harapan untuk terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Kesimpulannya begitu benda itu muncul maka hati anda langsung terpikat olehnya, walaupun cuma sehelai pakaian, hatimu juga dapat terpikat olehnya. Dengan mengamati tingkah laku sendiri maka sudah tahu. Ketika anda sedang mengenakan sehelai pakaian bagus, bukankah anda akan terus bercermin? Menoleh ke kanan menoleh ke kiri, bukankah ini sudah terlena olehnya? Ini menunjukkan rasa cinta anda padanya, yang juga merupakan klesa (kekotoran batin).

Atau juga ketika nonton siaran tv, bukankah perhatian kita langsung disita olehnya? Ketika melihat orang lain begitu kaya raya, bukankah perhatian kita juga ditujukan ke sana, tidak mampu keluar darinya? Yang paling nyata adalah ketika anda jatuh cinta pada seseorang, hati anda selalu melekat padanya, tidak ada lagi semangat untuk melatih kesucian, bukankah demikian rupanya?

Selagi hati ini jatuh ke dalam perangkap nafsu cinta, maka akan jauh dari Jalan Pembebasan, inilah yang merupakan rintangan dalam upaya terlahir ke Alam Sukhavati.

Lagi pula, nafsu cinta akan menanam banyak benih klesa (kekotoran batin) di hati, menimbulkan banyak sampah batin. Apa yang ada di dalam pikiran tidak terjalin dengan Tanah Suci Sukhavati, maka harapan untuk terlahir di sana akan kian kabur.

Perlu diketahui bahwa Alam Sukhavati merupakan Negeri yang suci, hanya karma suci yang dapat terjalin dengan tanah suci, barulah dapat berhasil terlahir ke sana.

Kita membangkitkan keyakinan hati pada Buddha Amitabha dan Alam Sukhavati, ini merupakan keyakinan yang suci; kita membangkitkan tekad terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, ini merupakan tekad yang suci; dengan keyakinan dan tekad yang suci melafal Amituofo, ini adalah pengamalan suci. Semua ini merupakan benih untuk terlahir ke Alam Sukhavati, maka itu disebut sebagai bekal karma suci.

Tapi, bila hati sendiri tidak mau kembali ke jalan yang benar, tiada hentinya menambah kemelekatan pada dunia ini, setiap hari menciptakan karma tumimbal lahir, bahkan sampai jatuh ke tiga alam rendah, maka ini sungguh celaka.

Maka itu setiap praktisi harus jelas akan hal ini, andaikata diri sendiri masih saja begitu mendambakan dunia ini, masih juga merasa bahwa ketrampilan melafal Amituofo yang dimiliki diri sendiri itu hebat, maka ini hanya bisa mengelabui diri sendiri. Kenyataannya anda melafal Amituofo adalah munafik penuh kepura-puraan, pada akhirnya juga tak berdaya terlahir ke Tanah Suci Sukhavati. Hal yang satu ini perlu ditekankan.

Kita memang tak serupa dengan insan suci, dalam waktu sekejab bisa berubah total, tapi paling tidak, harus punya niat untuk berubah, minimal, waktu sekarang sudah agak beda dengan yang dulu, yakni serius untuk memutuskan kemelekatan pada nafsu cinta, dengan demikian barulah memiliki harapan untuk keluar dari enam alam tumimbal lahir.

Master You-xi berkata : “Kalau cinta tidak berat maka takkan terlahir ke Alam Saha, kalau pikiran tidak terfokus maka takkan terlahir ke Alam Sukhavati”. Para praktisi yang serius belajar Ajaran Sukhavati, boleh menulis dua kalimat ini di dinding agar senantiasa mengingatnya, mengukirnya di dalam hati.

Setiap hari mengikis cinta duniawi lalu setiap hari menambah fokus ke Tanah Suci Sukhavati, dengan demikian hati yang mendambakan dunia saha itu kian hari kian ringan, dengan upaya berkesinambungan, akhirnya pasti berhasil mengikis habis nafsu cinta itu, takkan mendambakan dunia ini lagi; sebaliknya terhadap Alam Sukhavati, perhatian yang terfokus pada Alam Sukhavati kian hari kian terpusat, dengan ketekunan berkesinambungan, perlahan hati yang terfokus pada Alam Sukhavati takkan bergeser lagi, pada akhirnya dapat mencapai pikiran terfokus tak tergoyahkan.

Bila dapat mencapai kondisi batin sedemikian rupa, meskipun masih belum terlahir ke Alam Sukhavati, namun sudah terhitung sebagai penduduk Alam Sukhavati. Sampai saat menjelang ajal, pikiran benar pasti dapat dipertahankan dan takkan goyah, terlahir ke Alam Sukhavati dengan bebas tanpa rintangan. Ini juga menunjukkan bahwa bekal karma suci yang ditimbun sudah mencukupi.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 218
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 14 Mei 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0218


愛不重不生娑婆
()

(四)遠離貪愛,淨念一心
阿彌陀佛因地時發願說:「我作佛時,十方無央數世界諸天人民,聞我名號……益作諸善,一心繫念於我,雖止於一晝夜不絕,亦必生我剎。不得是願終不作佛。」《往生論》中也說:「心常作願,一心專念,畢竟往生安樂國土。」很明顯,往生的關鍵就在於「一心」。那麼,為什麼大多數人不能達到一心?要知道,它的障礙就是「愛」,如果沒有遠離貪愛,就不可能真正做到淨念相繼、一心繫念阿彌陀佛。

幽溪大師說:心裡對於世間的事物無法捨棄,就是因為愛;對於世間的想法不能捨棄,也是因為愛。心裡只要有愛執,淨念就無法專一;到了臨終,如果因為愛的障礙,有一念不能歸在一心念佛上,就不得往生。這裡講得非常清楚。我們必須把自己的心上的這個愛對治掉,否則必定會受它的牽制,把自己鎖在輪迴裡面,百千萬劫無有出期。

首先我們要仔細觀察,自己的心都愛執哪些事物?一般來說,最明顯的就是人與人之間的愛。像是夫妻、母子、兄弟、朋友等等。還有對於世間的學問、技藝、事業、名利等的愛著,以及貪愛各種的飲食、衣服、房產、錢財、娛樂、玩物等等,無論是依報、正報、輕物、重物,愛執的心是厚還是薄,總之統統都是愛,都是往生的障礙。

找出了自己所愛執的事物之後,就要看清楚貪戀它們的過患,這樣心裡才能放下它,才有希望往生極樂世界。具體來說,那些事物剛一出現,你的心就會陷在裡面,這就是下沉的狀態。哪怕只是一件衣服,當你愛著它的時候,你的心都是往下墜的。這方面看看自己的行為就會知道,當你擁有一件好衣服的時候,是不是會在鏡子前左看看、右看看,陶醉不已呢?這些行為就是愛的表現,就是煩惱。或者當你看電視的時候,自己的心是不是直接就黏在那上面了?看到別人有很多錢的時候,心裡是不是一直釘在那裡,拔不出來?最明顯的就是,當你愛上一個人的時候,無論是哪種愛,心都是黏黏糊糊的,找不到一點清淨的狀態,是不是?……總之,只要內心陷在貪愛當中,就遠離了出世間解脫道的內涵,就不會有清淨的修法。這些都是往生的障礙。

而且要看到,貪著這些事物會在心裡種下很多染污種子,會造下各種像垃圾一樣的雜染業。心上薰習的氣氛跟淨土完全不相應,這種狀況,往生的希望就很渺茫了。要知道,極樂世界是完全清淨的國土,只有清淨的業才能相應,才能成功往生。我們緣阿彌陀佛、極樂世界起信心,這是清淨的信心;我們發願往生到那裡,這是清淨的願;在信願的基礎上持念萬德洪名,是清淨的行。這些清淨的法都是往生淨土的因,所以叫做淨業資糧。但是,如果自己的心一直不肯改,不斷的加重對世間的貪愛,每天造下的都是一些轉生輪迴的業,甚至是墮入惡趣的黑業,那就很糟糕了。

所以,在這些方面每個人都要很清楚,如果自己的心明明對於世間法非常愛執,還認為自己念佛念得很好,那只是自己騙自己而已。實際上你念佛是假的,造業是真的,結果必然是沒辦法往生。在這些方面必須要警醒。如果你的心能夠有一點覺悟,能夠認識到愛執世間的危害性,就要像《了凡四訓》中所說:「從前種種,譬如昨日死,從後種種,譬如今日生。」也就是從此之後要洗心革面,痛改前非,雖然我們現在還是凡夫,做不到聖者、成就者那麼好,但是起碼要有一個跟過去不一樣的決斷,那就是要真正願意斷除心上的貪愛,這樣之後才會有出離的希望。

對此,幽溪大師在《淨土法語》裡講了一個非常好的方法。大師說:「『愛不重不生娑婆,念不一不生極樂。』此兩語,可謂刮翳眼之金鈚,治膏肓之聖藥。凡有志於求生極樂者,宜以此書之於屋壁,銘之於肌膚,時時莊誦,念念提撕。」意思就是,「愛不重不生娑婆,念不一不生極樂」,這兩句話就像除去無明眩翳的金針,救治生死絕症的靈藥一樣。凡是想往生極樂世界的人,都應該將這兩句話寫在牆壁上,刻在肌膚裡,時時誦持,念念不忘,銘記於心。

大師又說:「於娑婆之愛,日求其輕;極樂之念,日求其一。輕之又輕之以漸階乎無;一之又一之以漸鄰乎極。」也就是之後要每天都力求減輕對娑婆世界的貪愛,每天都力求使自己一心專注於極樂世界。這樣來讓貪愛娑婆的心減輕再減輕,以長期逐漸的努力,最終達到對娑婆世界完全沒有貪愛;相反的方面,讓緣念極樂的心專一再專一,以長期不懈的精進,逐漸專一繫念極樂淨土,最終徹底達到一心。

「果能如此,則此人雖未脫娑婆,不是娑婆之久客。雖未生極樂,已是極樂之嘉賓。臨終正念現前,往生極樂必矣。」誰能這樣做,那麼雖然他暫時留在娑婆世界,但是決定不會住很長時間;雖然還沒生到極樂淨土,但是已經是極樂世界的人了。到臨終的時候必定會正念現前,順利往生極樂世界。這也就說明他的往生資糧已經積聚到量了。

以上選摘自智圓法師《往生之路九》。

無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二一八集)2016/5/14  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0218