Tampilkan postingan dengan label Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2016

Pokok Penting 10



Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 10)

Master Chin Kung :
Setelah kita membaca laporan belajar dari Venerable Zi-liao, setiap kalimat adalah perkataan yang sejujurnya. Hanya saja saya mengkritik bagian kalimat yang mengatakan lansia yang setiap hari mempersiapkan koper untuk berangkat, saya merasa kalimat ini bermasalah, mengapa demikian?

Kata “koper” di sini berarti masih ada kemelekatan, masih ada yang ingin dibawa pergi. Jadi bagaimana seharusnya? Tidak ada yang bisa dibawa pergi, tiba waktunya pergi dengan tidak membawa apa-apa, bebas dan leluasa.

Di Alam Sukhavati semuanya sudah tersedia, jadi buat apa anda bawa koper ke sana? Merepotkan saja, sama sekali tidak perlu. Ini harus diketahui, harus melepaskan sampai bersih.

Ini tentunya sulit, dimana letak kesulitannya? Seperti yang telah kamu katakan, kekotoran batin dan tabiat yang masih begitu berat.

Lantas bagaimana supaya koper kecil ini juga harus dibuang? Buddha Sakyamuni menyebutkan di dalam semua sutra bahwa di dunia ini tidak ada satupun yang nyata adanya, termasuk tubuh jasmani kita sendiri juga harus diikhlaskan, jadi buat apa anda masih bawa-bawa koper segala? Selama masih ada niat pikiran membawa secuil benda maka ini merupakan rintangan, takkan bisa berhasil terlahir ke tanah suci.

Untuk terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, selain lafalan Amituofo, pintu Dharma lainnya juga harus dilepaskan, kalau tidak dilepaskan maka ini namanya cari masalah sendiri, apalagi anda masih membawa barang, barang anda ini cuma mengotori tanah suci. Jadi ini tidak diperbolehkan, melepaskan itu harus sampai bersih.

Sharing dari Venerable Zi-liao ini mesti perbanyak membacanya, memberikan kita nasehat bijak yang paling bagus.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
()

老法師:我們讀了自了法師這篇報告,他所說的話句句都是老實話,是真話,不是假話。我對於他說老人,天天要把包打好準備就走,我覺得這句話有問題,為什麼?那個包還留戀到,還想帶去。應該怎麼樣?沒有包,哪有什麼包?隨時可以走,什麼都不帶,輕輕鬆鬆,一樣都沒有。極樂世界樣樣現成,你帶包去幹什麼?那只是累贅,用不著。這個要知道,要放得乾乾淨淨。這個很難,難在哪裡?你也說得很清楚,煩惱習氣太重。要怎麼樣連這個小包都丟掉?那就是對諸法實相要有相當的認識。佛在一切經論,時時刻刻提醒我們、告訴我們,這個世界上沒有一樣東西是真的,包括我們自己身體都要丟掉,你還要帶什麼去?只要有帶一點東西去的那個念頭就是障礙,就去不了。

往生淨土,除阿彌陀佛之外,其他的佛法都要放下,你要不放下準找麻煩,通不過那邊海關檢查。你還帶的有東西,這個東西就染污極樂世界,那還行嗎?不可以的。所以徹底放下。自了法師這篇東西要多看,給我們最好的忠告。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Pokok Penting 09



Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 9)

Kehidupan di dunia ini terdiri dari dua yakni yang bernasib baik dan buruk. Mereka yang bernasib kurang baik akan berpikir : “Saya sungguh kasihan, di dunia ini tiada lagi yang bisa kudambakan, lebih baik menfokuskan perhatian ke tanah suci saja”.

Orang yang bernasib kurang baik ini justru oleh karena penderitaannya sehingga memperoleh manfaat besar.

Ada pula orang yang bernasib baik, maka itu berkata : “Hidupku ini sungguh beruntung, terutama setelah belajar Ajaran Buddha, kehidupan kian membaik, dunia ini begitu indahnya”.

Maka itu dia setiap hari sibuk membuat perencanaan untuk hidup bahagia di dunia saha ini, tiap hari meneguk arak beracun dunia fana. Ini sungguh celaka, dia sama sekali tidak berniat untuk menjauhi alam saha, dalam hatinya dia beranggapan dirinya sudah sampai di Alam Sukhavati, jadi buat apa lagi harus bersusah payah ke Negeri Buddha Amitabha yang jauhnya 10 triliun alam Buddha?  

Kalau sudah begini maka telah tenggelam dalam khayalan semu duniawi, bagaimana ada lagi daya tarik pada tanah suci? Saat menjelang ajal jatuh kembali ke enam alam tumimbal lahir, Buddha Amitabha harus pulang dengan tangan kosong.

Ini adalah perkataan yang sungguh tidak enak didengar, namun inilah peringatan keras buat kita semuanya, terutama bagi orang lanjut usia, setiap hari harus merenungkan ketidakkekalan, mungkin saja hari ini bisa mati, maka itu setiap hari harus siap lahir dan batin.

Dalam hati harus senantiasa berpikir : Hari ini saya akan mengerahkan segenap kemampuanku, mempersiapkan bekal (yakin, bertekad dan melafal Amituofo) untuk terlahir ke tanah suci. Kalau gagal berarti telah melakukan kesalahan paling besar, maka itu saya harus berusaha semaksimal mungkin. Hidup sehari maka melatih karma suci (karma suci adalah melafal Amituofo) sehari, setiap hari harus membulatkan tekad terlahir ke tanah suci. Setelah itu menfokuskan pikiran melafal Amituofo, dengan demikian dapat terlahir ke Alam Sukhavati.

Tak peduli dalam kondisi senang atau susah, senantiasa mengingatkan diri sendiri, tujuan utamaku adalah terlahir ke tanah suci, perencanaan jangka panjangku hanya ada di tanah suci, jadi bukan di alam saha. Meskipun sekarang, oleh karena kekuatan karma masih tinggal di alam saha, namun takkan membuat perencanaan jangka panjang di dunia saha ini, pola pikir sedemikian rupa adalah begitu pentingnya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
()

大家現在就要開始注意,努力培養欣、厭。我們在座的無非是兩種人,一種人命不好,一種人命好。命不好的會想:「我很可憐,現在世間的一切都不求了,一心就去西方。」這種人反而因為苦而得到大利益。還有一種人命很好,他就一直說:「我很好啊,很幸福,學佛以後更好了。世間真好,天天都很快樂。」結果他每天都為著今世的快樂而做打算,天天都在品味人間快樂的美酒。這就糟糕了,因為一點出離心也沒有,在他心目中,現前就是極樂世界,哪裡還需要去十萬億佛土之外呢?像這樣,一味的陷溺在世間假相裡,怎麼會有欣求極樂的力量?臨終的時候直接往娑婆世界裡陷落,阿彌陀佛就只能空手而返了。

這些都是不好聽的話,是在給大家敲警鐘。老人家們尤其要警惕,天天要想到人命無常,說不定今天就會死,所以每天都要做往生的準備。就是每天要有「打好包直接去極樂世界」這樣的心態。心裡一直要想:我今天盡一切努力,準備好往生的資糧。如果錯過了這次機會,那就犯了最大的錯誤,所以我要盡量努力。一天活著,就修一天淨業,天天都要提起求往生的心。這樣再念阿彌陀佛,一心一意的念,就可以往生。

以上選摘自智圓法師《名號如意寶》。

不論在哪種情況下,心裡都要警醒自己:我人生最大的目標就是去極樂世界。時時不要忘記。這一點非常關鍵。由此一來,所有長遠的規畫都在西方淨土,而不是在娑婆世界。雖然暫時由業力還在這裡居留,但不會再為這個世界做很多長久的打算,這種心態很重要。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Pokok Penting 08



Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 8)

Kita tidak boleh mengelabui diri sendiri, haruslah mengamatinya dengan seksama : Apakah benar saya berniat ke Tanah Suci Sukhavati, atau ternyata malah lebih sudi hanyut di alam saha? Jika masih juga memikirkan makanan dan minuman yang menggiurkan, pria dan wanita yang menarik hati, tarian dan nyanyian, suara-suara merdu, maka terhadap semua ini masih begitu mendambakannya, sambil juga berkhayal kelak bisa berhasil mencapai tanah suci, maka ini namanya sedang bermimpi di siang bolong, mana ada hal yang begitu indah dan sempurnanya? Tidak bisa mengikhlaskan dunia saha maka mustahil bisa mencapai tanah suci.

Sesungguhnya orang-orang modern sekarang ini, banyak yang berpikir sedemikian rupa. Dia berpikir : Sekarang biarlah saya menikmati dulu Lima Nafsu (gemar akan harta, rupa, ketenaran, makanan dan tidur), kelak terlahir ke Alam Sukhavati juga menikmati kesenangan di sana, kalau saya gagal terlahir di sana, berarti Buddha-nya yang tidak sakti.

Tetapi harus diketahui kalau hatinya terus disangkutkan pada Lima Nafsu, kian lama kian berat, maka tanah suci juga kian lama kian jauh dari anda, yang juga berarti harapan anda untuk terlahir ke tanah suci juga kian lama kian nihil.

Maka itu mengapa banyak praktisi yang gagal terlahir di tanah suci, tak lain adalah masih saja mendambakan dunia fana. Ini ibarat perahu yang masih diikat di tanggul, bagaimanapun anda mendayungnya juga tidak bisa maju selangkahpun.

Sama halnya pula hati yang dilekat pada dunia saha, bagaimanapun anda melafal Amituofo juga akan sulit terlahir ke tanah suci, sehingga bila anda belum mencukupi “suka” dan ”benci”, maka meskipun mulut mengatakan saya ingin pergi ke tanah suci, cuma bisa menipu diri sendiri dan orang lain.

Patut diketahui bahwa sebagian orang lebih mudah melatih diri dalam kondisi yang serba sulit, sebaliknya dalam kondisi yang serba nyaman malah lebih sulit untuk membangkitkan ketulusan. Apalagi kalau kondisinya serba lancar, punya keluarga yang harmonis, putra putri yang patuh, pahala yang besar, punya beragam fasilitas dan kenikmatan duniawi, dan sebagainya dan sebagainya, dalam kondisi begini mana mungkin dia bisa membangkitkan niat untuk keluar dari dunia saha.

Oleh karena dia berpikir, Alam Sukhavati justru ada di dunia ini, buat apa lagi saya ke sana? Padahal dia melekat pada dunia fana dan tidak berkeinginan untuk keluar.  Dengan demikian setiap hari ibarat minum arak sampai mabuk, hanyut dalam kesenangan duniawi, saat ketidakkekalan tiba, mana ada kekuatan untuk keluar dari tumimbal lahir?

Saat itu betapa beratnya untuk berpisah, sungguh tidak kuasa mengikhlaskan, apalagi bila hubungan suami istri yang harmonis, saat itu semakin tidak sanggup merelakan satu sama lainnya.

Anda mana mungkin mengatakan : “Saya sekarang mau pergi ke Alam Sukhavati”, mustahil, sebaliknya anda cuma bisa berkata : “Kelahiran mendatang kita jadi pasangan suami istri lagi ya!”

Andaikata memiliki putra putri yang berbakti dan patuh, maka hati yang melekat pada anak-anak juga kian kuat, saat ajal menjelang juga tidak sanggup mengikhlaskan, berat untuk berpisah.

Sebagian besar wanita lebih melekat pada anak-anaknya, sudah sampai usia lanjut masih saja mengkhawatirkan putra putrinya. Kalau putranya berbakti maka saat menjelang ajal pasti akan berpikir : “Aku tidak bisa mengikhlaskan putraku!”

Atau juga berpikir hidup ini sedemikian indahnya, maka itu jadi timbul keinginan untuk kembali ke dunia fana ini lagi. Kalau sudah begitu apa lagi yang mau dibilang menjauhi dunia saha dan suka pada tanah suci?

Sebaliknya bila kondisi kehidupan yang serba tidak menggembirakan, merasakan berbagai kesengsaraan hidup, maka ini menjadi motivasi untuk menjauhi dunia saha, tidak ada lagi yang pantas didambakan, membulatkan tekad ke Negeri Buddha Amitabha.

Beginilah hati manusia, anda janganlah beranggapan, sekarang bersenang-senang dulu, nanti saat ajal barulah membangkitkan niat ke tanah suci, ini tidak ada jaminannya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
()

我們不能自欺,一定要檢查:我是真心想去淨土,還是甘願陷溺在紅塵裡?如果一邊想著飲食、男女、歌舞、聲色,對這些貪戀不已,一邊卻幻想著臨終能生到西方,那只是自己在做白日夢,哪有這樣兩全其美的事?放不下娑婆就決定生不到極樂。其實,現在很多人心裡就是這麼打算的。他想:我既要享受世間五欲,還要順利往生西方,如果不能往生,那就是佛不靈驗。但要知道,如果心一直陷在五欲的泥潭裡,愈陷愈深,愈陷愈重,這樣的話,淨土就離得愈來愈遠,也就愈來愈難往生。

原來一再說過,為什麼很多人念佛不能往生?根本原因就是貪戀紅塵。這種修持叫做「抱樁搖櫓」。就像繩子還繫在樁子上,那不管怎麼搖槳,船也前進不了半步。同樣,心一直繫在娑婆世界裡,那再怎麼念佛,也很難即生往生西方。這就表明,欣、厭是一個大的關口,心裡如果不具足欣、厭,內在最貪的是世間五欲,一點都不願出離,口裡卻不斷的說我要去西方,那完全是自欺欺人。

要知道,一般人在逆境裡容易修,在順境中就很難。尤其世間的一切都圓滿,家庭很美滿,兒女也聽話,福報很好,有各種享受等等,這時候出離就非常困難了。因為他心裡認為,極樂世界就在人間,還要到哪兒去?其實就是迷戀紅塵,放不下世間而已。這樣,平時都像喝醉了酒似的,一直陶醉在世間快樂裡,等到了臨終,怎麼會有出離的力量呢?那時就會戀戀不捨。如果夫妻感情好,那到時候你就捨不得。你不會說:「我要去西方」,只會說:「我們來世還做夫妻!」如果兒女孝順,自己一生對兒女都是貪愛心,那到時候也很難放下。一般來說,女人最愛執兒子,到老了還是念念想著兒子。如果兒子很孝順,那她臨死的時候也會想:「我捨不得兒子!」或者認為這個世界這麼美好,就會發願來世還要在這裡。像這樣,哪裡會有厭離娑婆、欣求極樂的力量?相反,如果人生很苦,那就容易生厭離,使得他根本不留戀世間,一心要到佛國去。

人的心就是這樣。你不要以為,現在對世間非常喜歡、非常留戀,到臨終時會忽然起一種生西方的心,這是很渺茫的。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209



Sabtu, 28 Mei 2016

Pokok Penting 07



Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 7)

Praktisi yang melatih metode Tanah Suci, pokok persoalannya adalah terletak pada niat pikiran yang terakhir, sementara itu sebagian praktisi sudah mendengar tanah suci sejak berpuluh-puluh tahun yang silam, jadi ini termasuk yang akar kebajikannya cepat masaknya. Praktisi senior semacam ini boleh disebut sebagai “praktisi karatan”.

Praktisi pemula kebanyakan mudah membangkitkan ketulusan, namun seiring berjalannya waktu, mungkin dililit oleh tabiat, sehingga ketulusannya juga kian melemah. Ada praktisi yang mengatakan, saya sudah melatih diri 20 tahun lamanya, namun tidak tampak semangatnya, malah keabu-abuan, malas. Ini sungguh celaka, pada akhirnya secuil keberanian juga tidak ada lagi, bagaimana bisa terlahir ke Tanah Suci?

Maka itu harus menyadari bahwa dalam hati sendiri masih menyimpan problema yang sebegitu parahnya, hanyut terbawa arus alam saha dan tidak sudi keluar, sebaliknya terhadap Alam Sukhavati yang begitu unggulnya malah tidak menaruh minat.

Sehingga kita jadi bertanya mengapa ada praktisi pelafal Amituofo malah gagal mencapai Alam Sukhavati? Apa sebabnya? Oleh karena tekadnya begitu lemah, tidak memunculkan dari dalam hatinya “suka” pada tanah suci dan “benci” pada alam saha.

Maka itu menasehati praktisi sekalian untuk melatih diri seawal mungkin dan jangan lagi bermimpi di alam saha.

Sudah banyak yang menjadi “praktisi karatan”, setiap hari melafal Amituofo namun masih melekat pada Lima Nafsu (gemar akan harta, rupa, ketenaran, makanan dan tidur), sama sekali tidak punya niat untuk menjauhinya.  

Bukankah ini namanya mengelabui diri sendiri? Buka tutup mulut berkata ingin terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, tapi hatinya hanyut oleh arus deras alam saha dan tenggelam di dasar lautan Lima Nafsu, kalau sudah begini, bagaimana mungkin bisa terlahir ke tanah suci?

Maka itu ini disebut membohongi diri sendiri, mencelakai diri sendiri, menyia-nyiakan kesempatan terlahir sebagai manusia.

Juga seperti para upasaka tua, yang merasa dirinya sudah melatih diri sepanjang hidupnya, juga sudah banyak beramal. Tapi setelah pensiun setiap hari berteman dengan remote televisi, setiap hari juga masih memikirkan hal-hal duniawi, kian tua kian kebingungan. Akhirnya begitu sehela nafas tak kembali lagi, tidak tahu lagi ke mana dia perginya. Inilah akibat dari menipu diri sendiri semasa hidupnya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
()

修淨土法,關鍵要看臨終那一念,逢的機會好,就很容易往生。而一般的人,不是在臨終時才聽說有淨土,而是幾十年前就知道了,屬於早熟的機。但他的心一直很疲軟,這就非常危險,很可能成了一個「老油條」。我們要非常注意自己的心。剛學佛的時候,人往往容易出現善心,但時間久了,很可能被習氣所困,而發不起心力來,這就很危險。有的人說,我已經修了二十年。但看他的心一點起色也沒有,是那種灰溜溜的、懈怠、不振作的心態。這就很糟糕。最後連一點勇悍心都提不起來,這樣怎麼能往生呢?
所以要曉得,自己心上還存在很大的問題。一直深陷在紅塵裡,不肯出來,而對於清淨佛土,對於殊勝的往生大事,欣求的心就非常薄。因此,在這上要趕緊栽培,要不斷的努力,盡量減少負面的染污緣,不然就非常危險。你看,這世上有多少人陷溺生死,有幾個最終歸往西方呢?這麼想一想就不寒而慄。為什麼那些人生不到西方呢?這裡有非常決定的因素。因為,他的心一直自甘陷溺,沒有真正從心底發起對娑婆的厭離和對極樂的欣求,以這種心怎麼可能生西方呢?或者說,西方淨土哪裡是憑這種心就能往生?所以,奉勸大家及早修行,不要繼續醉生夢死。

人一不注意,很容易就沒有自知自明,不曉得在自心上改過。放眼看去,很多人已經成了「老油條」。天天糊裡糊塗的念,但內心一直陷在五欲的泥潭裡,一點不肯出離。這不是自欺嗎?口口聲聲說要去西方,心心念念都沉溺在娑婆的五欲裡,這樣怎麼可能生西呢?所以,都是在騙自己、害自己,是在辜負佛、辜負自己的人身而已。像有些老居士,認為自己一生修行,也做了很多福業。但老了只是天天守著電視機,心每天就陷溺在世間法裡,愈老愈糊塗。最後就這樣一命嗚呼,不曉得到哪兒去了。這都是生前騙自己招來的下場。


文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Pokok Penting 06


Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 6)

Andaikata masih ada begitu banyak urusan di dunia, kanan kiri ada berbagai ikatan, di sini juga rakus melakukannya, di sana juga ingin melakukannya, sampai-sampai batin terasa sesak dililit banyak ikatan, maka ini sungguh berbahaya. Saat ajal menjelang, seutas tali yang melilit diri anda ini, mungkin membawa anda jatuh kembali ke dalam samsara, maka tidak berdaya untuk terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Orang yang sudah lanjut usia juga harus mengingat bahwa saat menjelang ajal, hal yang paling menentukan adalah sebersit niat pikiran yang terakhir, yang menentukan ke mana anda perginya dan momen ini terjadi hanya dalam waktu yang amat singkat sekali. Apabila sebelumnya anda tidak melakukan persiapan, lalu tidak menyampaikan semua pesan dengan jelas, maka pada saat begini tentunya panik dan takut, untuk bisa terlahir ke Tanah Suci Sukhavati adalah sangat sulit.

Jadi jangan tunggu saat menjelang ajal barulah sibuk melakukan persiapan, ini sudah tidak sempat lagi. Meskipun sudah setua 60 atau 70 tahun, anda juga akan bersukacita menyambut datangnya ketidakkekalan, takkan merasa cemas. Ketidakkekalan takkan memberi anda sinyal terlebih dulu atau menyapa anda terlebih dulu, begitu datang langsung muncul seketika itu juga.

Mungkin anda sekalian juga tahu bahwa menua itu tidak pandang umur, juga tidak ada standarnya, kondisi manusia bisa mendadak merosot dan mati begitu saja, kadang kala orangnya masih baik-baik, tiba-tiba stroke dan mati mendadak, ada pula yang ketiduran dan tidak bangun lagi, ada pula terbaring sakit dan meninggal………..masih banyak lagi kondisi seperti ini yang tak terbayangkan oleh kita.

Bagi sebagian praktisi masa kini, untuk membangkitkan niat terlahir ke Tanah Suci Sukhavati adalah begitu sulit. Oleh karena hati manusia tidak teguh sehingga menjadi halangan. Melekat pada harta benda, putra putri, mendambakan ketenaran dan keuntungan, kenikmatan duniawi dan sebagainya, semua ini merupakan rintangan, semua ini ibarat gunung-gunung yang tinggi dan besar, ketika kita berhasil melampauinya maka harapan terlahir ke tanah suci barulah bisa terwujud.

Hati manusia selalu saja terombang-ambing, meskipun melafal Amituofo hingga banyak kali, namun ketika menghadapi cobaan, segera jatuh kembali ke samsara.  Di sinilah letak permasalahannya; baru saja usai melafal Amituofo, begitu bertemu dengan masalah, segera jatuh ke dalam perangkap duniawi.

Kondisi yang maju mundur ini menyebabkan tekad untuk terlahir ke tanah suci jadi begitu lemah, sedangkan hati yang melekat pada alam saha sedemikian kentalnya. Maka itu pokok persoalannya kembali pada “suka” dan ”benci”.

Kita dapat mengamati kondisi batin kita senantiasa maju dan mundur, naik dan turun, sebagian besar sangkut pada masalah duniawi, hanya sebagian kecil yang difokuskan ke tanah suci dan Buddha Amitabha.

Terutama yang tekadnya begitu lemah, umpamanya ketika nonton acara televisi, sepasang mata ditujukan ke pesawat televisi selama berjam-jam juga tidak lepas darinya. Usai nonton masih pula mengenang-ngenang, menceritakan dengan orang lain, otaknya masih saja memikirkannya.

Sebaliknya terhadap tanah suci malah tidak punya hati yang kental, tidak begitu ingin ke sana, juga tidak ingin terburu-buru ke sana, maka itu dalam hal melatih diri juga tidak begitu mendesak, saat melafal Amituofo juga tidak terfokus, usai melafal juga takkan terkenang-kenang.

Dari sini sudah cukup jelas kelihatan, orang begini penuh dengan jalinan jodoh tumimbal lahir.

Sebaliknya bila terhadap hal-hal duniawi tidak menaruh minat sama sekali, hatinya tidak ditaruh pada hal-hal duniawi, setiap hari menjalin ikatan dengan tanah suci, tekadnya kian hari kian mengental. Maka ini menunjukkan anda telah melampaui halangan dan dambaan pada dunia saha ini.

Jadi janganlah mengandalkan faktor keberuntungan, apabila masih belum mencukupi “suka” dan ”benci”, maka sulit untuk bisa terlahir ke tanah suci.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209

往生的要訣
()

如果有非常多的世間心思,左纏右繞,這裡也貪,那裡也搞,搞得自心好像被無數根繩子纏住了,這就非常危險。到臨終時,你被哪一根繩子牽住,都有可能落入生死,那就沒辦法往生。

老年人尤其要注意這一點,如果你心裡沒有準備好,那就非常危險。其實,臨終的時候就是一念,而這一念之差就決定了你的去向,這是非常快的。如果你事先什麼心理準備都沒有,什麼事都沒交代好,到時候慌裡慌張的,要往生就很困難。

再重複一遍,淨土修持的要訣就是欣、厭二字。也就是對極樂世界要愈來愈嚮往、欣求,一心一意的往那兒去,唯一就是這個目標;對娑婆世界要愈來愈厭離,不斷的淡化它。所有事情都提前交代好,每天都要做好準備。

反面也要知道,不能到臨終時再準備,那時就來不及了。已經是六、七十歲的人了,那是非常快的。無常這事不會給你提前打招呼,它來的時候,忽然一天就現前了。大家都知道,老來的事說不準,有時候摔一跤就死了,有時候站在那裡,一下子中風或者腦溢血就過去了,有人是一睡不起,老死在床上……很多情況是你想不到的。所以每一天都要做準備。這是最關鍵的事情,已經再三做了交代。

現在對很多人來說,發起求往生的心還是很難。因為人的心不堅定,這就成了障礙。就好像心頭有很多座山,對事物的貪戀是一座山,對兒女的貪戀又是一座山,還有各種貪戀名利、富貴、享受等等,這些都是障礙。一旦越過了這些山,往生就有希望了。

所以,欣厭是往生的關鍵。具足了欣厭,就表示已經脫離了娑婆的事,一心往西方去了。這就表示,心上已經調準了。不然的話,凡夫的心始終飄來飄去,即使念了很多聲佛號,但一遇到世間境界,馬上又轉到生死裡去了,這就很難有保障。

我們的問題就在這裡:平時念佛很難提起懇切的心,口裡剛剛念完,等會兒一碰到世間的事,馬上又入到紅塵裡去了。有這種忽上忽下的情況。這樣檢查起來,淨土的心非常薄弱,娑婆的心卻極為濃厚。關鍵問題還是欣、厭不具足。

現在一定要重視欣、厭之心的培養。如果這種心不能有力的生起,那就很危險了。我們平時都能看到,自己的心不斷的起起落落,大多都圍繞在世間法上,很少起念緣著西方、緣著阿彌陀佛。比較心力的差別就很明顯。譬如你看電視的時候,兩隻眼睛一直盯著,看了好幾個小時都不覺得累,還想接著看。看完了還回味,還不斷的談,腦子裡也不斷的在想。但對於西方根本沒有這麼濃的心,不是非常急切、迫不急待的想修,也不會念佛的時候一心投入,念完了還回味不已。從這裡足以看出,流轉娑婆的因緣非常充分。如果能反過來,對世間的事一點興趣沒有,心根本不放在那裡,天天都緣西方,淨土的心愈來愈濃。這就表示,你已經跨過了貪戀世間的障礙。所以,這事僥倖不得,你的心沒成熟,還不具足欣、厭的內涵,往生就很難。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Pokok Penting 05


Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 5)

Setiap hari juga melakukan perenungan kematian, begitu ajal tiba juga begitu tenang, oleh karena sudah mempersiapkannya dari awal. Orang bijak selalu memikirkan rencana jangka panjang, pandangannya selalu jauh ke depan, melakukan segala persiapan dengan matang.

Kalau bukan begini maka ketika ajal menjelang akan jadi panik, ketakutan, bisa-bisa karena silap sesaat menjadi penyesalan selamanya.

Orang bijak justru memandang urusan akhir ini sebagai masalah yang paling penting dalam kehidupan ini, sedangkan urusan lainnya boleh dikesampingkan. Segala sesuatu di dunia ini tidak membawa manfaat yang seberapa, kurangilah sedikit demi sedikit. Sedangkan upaya terlahir ke Tanah Suci Sukhavati adalah sebegitu pentingnya, jadi perbanyaklah sedikit demi sedikit.

Apabila anda masih mempunyai tanggung jawab di dunia ini, baik dalam keluarga, pekerjaan dan sebagainya, maka segala hal tetap harus dijalani dengan serius, jadi bukan berarti ayahbunda, istri dan anak-anak boleh diabaikan dan tidak perlu bekerja lagi. Dengan menunaikan tanggung jawab barulah bisa melatih diri dengan tenang.

Lantas bagaimana caranya supaya setiap hari bisa melatih karma suci agar setiap hari bisa memperoleh kemajuan batin, mengerahkan segenap hati ke tanah suci? Maka setiap hari harus mengingatkan diri sendiri, menempatkan hari kematian sebagai hari ini. Setiap hari melakukan persiapan menghadapi ajal, begitu tiba hari tersebut langsung terlahir ke tanah suci.

Bagaimana cara melakukan persiapan tersebut? Setiap hari anda merenungkan : Kehidupan ini begitu tidak kekal, kematian begitu cepat menjelang, maka itu saya harus melakukan persiapan sejak dini.

Sebelum tidur juga merenungkan : Apa lagi yang menjadi beban di hatiku yang tidak sanggup saya lepaskan? Apa lagi yang saya khawatirkan? Andaikata memang tidak ada lagi kekhawatiran di hati, maka saat sekarang juga dijemput Buddha Amitabha juga bukan masalah, membulatkan tekad terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Sebaliknya bila di hati masih penuh dengan kekhawatiran, masih memikirkan ada urusan yang masih belum diselesaikan, masih banyak yang belum bisa diikhlaskan, maka inilah yang menjadi “musuh kerabat penagih hutang” anda, saat menjelang ajal pemikiran inilah yang akan merintangi upaya anda terlahir ke tanah suci.

Maka itu saat sekarang juga harus melakukan persiapan matang, kelak tiba waktunya takkan muncul problema.

Persiapan lain yang mesti dilakukan adalah menyampaikan pesan-pesan terakhir, segala sesuatu disampaikan dengan jelas, apa yang perlu diurus harus dibereskan, namun yang paling penting mesti merenungkan :  Andaikata esok pagi tidak bangun lagi, cepat lambat pasti mati, jadi tidak ada yang tidak bisa dilepaskan lagi.   

Anggota keluarga masing-masing punya karma tersendiri, punya takdir kehidupan tersendiri, saya juga tidak bisa ikut campur lagi. Harta benda dan kepemilikkan juga tidak bisa dibawa pergi, melekatpun tiada berguna lagi. Dengan demikian dalam waktu seketika juga melepaskan segala kemelekatan, dalam hati jangan lagi mengkhawatirkan harta benda, putra putri dan sebagainya, sedini mungkin melepaskan semua ikatan belenggu ini.

Setiap saat menjelang tidur merenungkan : Kalau esok pagi tidak bangun lagi, maka urusan yang penting sekalipun, saya juga tidak bisa ikut mencampurinya lagi. Dengan merenungkan sedemikian rupa, maka batin takkan terganggu lagi oleh urusan-urusan duniawi.

Kalau bukan demikian, maka hati selalu saja mengkhawatirkan hal-hal duniawi, saat ajal menjelang timbullah problema.

Seperti begini rupanya, setiap hari melakukan perenungan sampai akhirnya sudah terbiasa, hatipun jadi bebas tanpa kemelekatan lagi, kalau sudah begini jadinya, maka tekad welas asih Buddha Amitabha akan memenuhi setiap sudut ruang sanubari hatimu.

Bila sebaliknya anda masih saja suka melekat dan tidak sudi melepaskan, mengkhawatirkan ini dan itu, maka pemberkatan Buddha Amitabha sulit menembusi sanubarimu. Oleh karena hatimu sudah sesak dipenuhi kekotoran duniawi, begitu banyak kekhawatiran mengacaukan hatimu, bagaimana bisa terjalin dengan Buddha. Ini sungguh berbahaya.

Jadi, kalau kita mau terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, maka harus menggenggam erat “suka” dan ”benci”. Kalau sudah memang benci pada penderitaan di alam saha ini, maka lepaskanlah semua kemelekatan dan munculkan sukacita pada tanah suci, segala urusan di dunia dilepaskan, sementara upaya terlahir ke tanah suci haruslah diutamakan; begitu semua kemelekatan pada dunia ini sudah dilepaskan secara keseluruhan, maka tiada lagi yang bisa membuat hatimu mendua, secara keseluruhan hati sudah jadi terfokus pada tanah suci, maka hatimu telah terjalin dengan Buddha Amitabha, inilah kuncinya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
()

要做到這一點,那現在就要念死。天天念死的話,到臨終時就從容鎮定,因為心態已經完全準備好了。所以,有智慧的人會深思熟慮,會從長計議,他的目光會很長遠,會提前做好準備。否則死亡一旦來臨,那時慌張、恐懼,最終很可能一失足成千古恨。人如果有智慧,就會把這件事看成人生最大的事情,其他都可以放下,但在這上面絕對不能馬虎。世間法沒什麼利益,能放一分是一分。往生淨土最重要,能提一分是一分,要盡量的提,盡量多準備,在這件事上絕對不能失誤。(如果你還處在世間,有家庭、工作等,那應當心出離,身體仍要做事,並不是父母、兒女、妻子、工作等全部不管。該盡的本分都要盡好,這樣才能心安理得的修行。)

那麼,怎樣才能做到每天都在修淨業的道上非常平穩的前進,一心趣向西方呢?這就要念念提醒自己,把臨死那一天的事放在今天來做。天天都準備臨死的事,一到那天,就直接往生了。

這又該怎麼準備呢?你每天要想:生命是無常的,死亡很快來臨,所以我必須提前辦好。睡前要反省:我心裡還有什麼放不下嗎?還有沒有罣礙?如果心裡一點罣礙沒有,即使現在死了,也是一心唯一歸向淨土,這樣還算可以。如果心裡還有很多罣礙,還想著這件事沒做完,那件事沒了結,還有這個放不下,那個離不開等等,那這些心裡的罣礙就成了你的「生死冤家」,到臨終時就會來障礙你往生。所以,現在要提前辦好,不然一到那個時刻,很可能會出問題。

所謂「提前辦好」,當然一方面像前面說的,該交代的交代,該處理的處理,但更重要的,是要想:如果今晚就死了,明早起不來,那反正要死了,也沒什麼放不下的。家人的事都由各自的業來安排,我想管也管不了。再執著的東西到時候也帶不走,執著也沒用。像這樣,把世上的事一下子全放掉,心不要還掛在財物、兒女等上面,提前就全部了結。而且天天都要這麼了結。每天睡前都要想:如果明天起不來,也就這麼去了,再重要的事想管也管不著。這樣想了以後,當時就要讓自己的心不再被世間的事纏繞。不然的話,心裡始終放不下,到時候就很麻煩。

像這樣,平時想慣了,把心放得空空的,世間的事都能放下,這樣的話,阿彌陀佛的悲心就能充實你空靈的心。如果你心頭想這想那,有各種的放不下,那阿彌陀佛的加持也很難入到你心裡。因為你的心已經被世間的事填滿了、搞亂了,七上八下,亂成一團,跟佛相合就很困難。這就非常危險。所以,我們要往生,一定要把握住「欣厭」二字。厭就是全部要放,欣就是全部提起。娑婆的事一概放盡,那淨土的事就能完全提起;一旦把娑婆的事全放掉,也就沒有了分心的事,你就能一心跟阿彌陀佛相應。這就是關鍵。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Pokok Penting 04



Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 4)

Selain itu juga harus melatih tubuh jasmani, ucapan dan pikiran, mengarah dan terjalin dengan Tanah Suci Sukhavati dan Buddha Amitabha. Setiap perkataan melafal nama Buddha Amitabha dan pembicaraan yang berkaitan dengan tanah suci, setiap niat pikiran mengingat Buddha Amitabha dan tanah suci, tubuh melakukan namaskara pada Buddha Amitabha dan tanah suci. Dengan demikian dapat membuat hati sendiri meresap ke dalam atmosfer tanah suci.

Harus mempunyai kesadaran untuk melakukan semua ini. Selain melakukan kebaktian pagi dan sore, sisa waktu luang lainnya mesti digunakan di dalam tanah suci. Melatih Ajaran Sukhavati haruslah diutamakan, jangan sampai ditempatkan di urutan kedua, mengerahkan segenap hati menuju Alam Sukhavati, begini barulah lebih terjamin.

Siang hari merenungkan betapa sengsaranya hidup di alam saha ini, tiada maknanya. Saat menjelang ajal mesti merenungkan : Apakah di hatiku masih ada rintangan untuk terlahir ke Tanah Suci Sukhavati? Masihkah mendambakan dunia ini? Apakah sanggup melepaskan segala urusan di dunia ini? Demikianlah mengamati hati ini dengan seksama.

Juga harus berpikir sedemikian rupa : Bagaimana bila esok pagi saya tidak bangun lagi, apakah ada hal yang masih belum sanggup dilupakan, tidak sanggup diikhlaskan?

Atau juga boleh berpikir : Kalau esok pagi saya tidak bangun lagi, bukankah dengan demikian tamatlah riwayatku? Apa lagi yang bisa saya genggam? Maka itu sekarang juga harus melepaskan segala kemelekatan.

Lalu yang terakhir berpikir : Kalau memang demikian rupanya, maka malam ini tidak perlu memikirkan urusan duniawi, setelah mati apapun tidak ada lagi. Malam ini juga mengikis semua urusan duniawi dari sanubari hati.

Demikianlah setiap harinya mesti menghapus kemelekatan pada dunia ini, setiap hari melakukan persiapan menghadapi ajal, persiapan menuju Tanah Suci Sukhavati, begitu tiba waktunya langsung tinggal landas.  

Umpamanya seseorang yang telah memutuskan tinggal di satu tempat, maka dia akan tetap berada di sana dan takkan pindah, oleh karena keputusan yang dibuat cuma menetap di sana saja.

Begitu muncul niat untuk pindah ke tempat lain, maka dia akan bergegas menyusun barang-barangnya dan berkemas-kemas. Oleh karena dia tidak ingin menetap lagi di rumah lamanya dan ingin cepat-cepat pindah ke rumah baru.

Setiap hari dia tentu akan berpikir, saya mesti pergi dari sini, harus meninggalkan tempat ini. Lalu dia akan memberes-bereskan segala keperluan di rumah lamanya, barang yang tidak bisa dipindahkan ditinggalkan atau dikasih ke orang lain, yang bisa dikirim maka gunakan jasa ekspedisi, segala sesuatu harus segera diselesaikan, barulah bisa pindah. Sampai tiba waktunya, tinggal angkat kaki saja dan pindah ke rumah baru, hati beginilah yang harus kita kembangkan.

Kalau bukan begini tekun melatihnya, maka setiap hari cuma berkeliaran di alam saha ini, berkeliaran ke sana kemari, sama sekali tidak melakukan persiapan menjelang ajal, maka ini sungguh berbahaya. Kalau hati begini saja tidak ada, maka sangat sulit untuk terlahir ke tanah suci.

Sebaliknya, begitu anda melepaskan kemelekatan maka sejak saat itu, takkan ada lagi kekhawatiran pada segala sesuatu di dunia saha ini lagi, dengan demikian tekad Buddha Amitabha telah memasuki dasar batinmu, benih karma suci mulai bertunas, bersemi menjadi kuntum Bunga Teratai di Kolam Tujuh Mustika.

Kesimpulannya, di satu sisi adalah melepaskan segala urusan duniawi, menguranginya dan menguranginya lagi; di sisi lainnya urusan terlahir ke Tanah Suci Sukhavati haruslah diutamakan, memperbanyak dan memperbanyak lagi. Inilah kuncinya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209

往生的要訣
()

而且,要有意識的訓練自己的身、口、意,一直緣著西方淨土、阿彌陀佛去運轉。也就是要口口談西方、心心想西方、念念緣西方,身體一次次的禮拜西方、禮拜阿彌陀佛,口裡念彌陀的聖號。像這樣,要使得自己的心,盡可能的沉浸在淨土的氛圍裡,盡量讓自己的心不斷的轉起淨土情感。

這些自己都要有意識的去做。除了每天的定課以外,其他時間也要抓緊用在淨土上面。佛法裡也是有主次的。要以修淨土法為主中之主,重中之重,把這個重點突出再突出。不能以次破掉主,那樣就修不好。要把一切善法都配到這上面來,一心歸向西方,這就非常穩當。

白天要痛念世事無常,沒什麼意思。臨睡前就要反省:我心上還有沒有往生的障礙?還留戀世間嗎?對世間的事能一概放下嗎?諸如此類都要細細的檢查。要這樣想:假使明早起不來了,那想一想,還有哪件事自己忘不了、甩不下?然後想:如果明天真的起不來,這一生不就完了嗎?還有什麼能抓得住呢?所以現在就要放。之後就想:既然如此,今晚就不去想這些世間的事了,死了就什麼都沒了。這樣今晚就把世間的事從心裡排除。

像這樣,必須天天排除輪迴的掛念,一聲號令馬上就趕赴西方。要天天做準備,做死的準備,做去的準備,時間一到馬上就走。譬如,一個人如果打算住在一個地方,那他就會住在那裡不動,因為他只做在那兒的打算。一旦打算離開,想從這兒趕緊走人,那就會把所有東西打包好。因為已經不想在這待了,只有這個心思。他每天都想,我一定要走、一定要走。然後把事情都準備好。屋子裡的東西都處理妥當,該送人的送人,該寄走的寄走,都交代好,全都事先做好準備。意思就是,一到那天就走,要培養這種心。

如果不在這上面著重訓練,整天在這個世界上鬼混,混來混去,根本不做死後的打算,那就非常危險。連這分心都沒有,往生就很困難了。相反,一旦你把世間的事從心裡清除乾淨,蕩然無存,從此沒有了娑婆世界的牽掛,這樣的話,阿彌陀佛的悲願就能填入你空靈的心地,淨土的正業也會開始修起,從而長養出淨土蓮胎。

總的來說,在這件事上,一心要存兩方面的打算:世間的事要全放,這方面要減之又減;往生的事要全提,那方面要加上再加。這就是關鍵。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Pokok Penting 03


Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 3)

Setelah memahami “suka” dan ”benci”, maka mulailah tekun berusaha untuk kedua hal ini. Daya tarik dari alam saha ini tentunya harus dikurangi, diperlemah, sementara daya tarik dari Tanah Suci Sukhavati harus diperbanyak, diperkuat. Yakni terhadap alam saha ini, baik hubungan dengan orang lain, urusan, makhluk hidup maupun benda mati, kian lama kian merasa hambar, sebaliknya terhadap Buddha Amitabha dan kewibawaan lingkungan Alam Sukhavati semakin menaruh minat yang mendalam, niat untuk terlahir ke sana semakin kuat.

Urusan di dunia harus semakin dikurangi, menjadikan upaya terlahir ke Tanah Suci Sukhavati sebagai urusan utama, harus memiliki kesadaran untuk terus menerus menimbun bekal untuk terlahir ke tanah suci. (bekal adalah yakin, bertekad dan mengamalkan).

Bagaimana cara untuk menimbunnya? Yakni setiap hal yang berkaitan dengan Tanah Suci Sukhavati, harus perbanyak mendengar, merenungi, mengamalkan, perbanyak menimbun bekal. Semakin menimbun maka keyakinan dan tekad akan kian mengental. Kekuatan penuntun ke tanah suci juga akan kian menguat.

Patut diperhatikan bahwa diri sendiri harus mempunyai kesadaran untuk menimbun bekal, jadi bukan cuma duduk-duduk di sana dan mengkhayal. Seseorang yang mempunyai arah dan tujuan serta berkemauan untuk mewujudkannya, maka orang ini setiap hari pasti memperoleh kemajuan, setiap hari memperbanyak bekal terlahir ke tanah suci. Dengan demikian pada akhirnya pasti mewujudkan cita-cita besar terlahir di Tanah Suci Sukhavati.

Andaikata hanya berkata saja, namun tidak ada upaya sama sekali, tidak tahu menimbun bekal, malah merasa diri sendiri sudah benar, orang begini pasti jatuh ke dalam roda samsara.

Andaikata keyakinan dan tekad anda tidak kuat, maka harus perbanyak belajar, memahami Ajaran Sukhavati. Contohnya membaca kisah para praktisi yang berhasil terlahir ke Tanah Suci Sukhavati sehingga timbul sukacita, memuji, bersamaan itu pula juga muncul niat untuk terlahir ke tanah suci.

Atau juga boleh mempelajari “5 sutra dan 1 sastra Aliran Sukhavati”, dapat meningkatkan pengenalan pada Buddha Amitabha dan Alam Sukhavati, ini juga memperkuat keyakinan hati untuk terlahir ke tanah suci.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
()

像這樣,我們已經知道了欣、厭是主要,那每天就要在欣、厭上努力。娑婆世界的引力一定要少、要弱,極樂世界的引力一定要多、要強。也就是對於世間的人、事、物等要愈來愈淡,對於阿彌陀佛,觀音、勢至、清淨海眾,西方聖境等,要有愈來愈強的嚮往心。在行為上,就要盡量減少世間的事,把修淨業做為第一大事,要有意識的去增加淨土資糧。怎麼來增加呢?那就要緣著淨土的依、正莊嚴,不斷的做十法行。凡是淨土方面的事,要盡量多聽、多思惟、多修持、多去增長資糧。這上面增加得愈多,信願就愈濃重,前往極樂世界的引力就會愈來愈強。

要注意的是,對於這些,自己必須有意識的去增長,不能只是坐在這裡空想。事在人為,往生也是如此。凡是有志向,而且肯實幹的人,在他身上就天天有進步,天天在增長淨業資糧。這樣的話,最終必定會完成往生的大事。如果一點主動性都沒有,不知道在這上面努力的話,那就屬於在淨業上面消極、懈怠。但這種人,沒見他在世間的事上有多消極,還是在不斷的增長。這就必然要落生死了。

如果你的信願還不強,那就要多學習、多了解淨土方面的事,從多方面增長信願的資糧。這上有很多事情可以做。譬如,有時候看往生的傳記。這樣看一個,心裡就隨喜、讚歎一個,同時就引起了自己對淨土的希求心、嚮往心。或者系統的學「淨土五經一論」,多增長對極樂世界、對阿彌陀佛的認識,這樣就能加強淨土方面的信心,譬如對阿彌陀佛的信心、恭敬心,對極樂世界的希求心等等。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209